
- 8 hari lalu
RUU Hak Cipta berpotensi mengubah relasi kreator dan platform AI melalui aturan lisensi, transparansi data, kompensasi, dan perlindungan karya.

Hedra.ID, California - CEO Meta Mark Zuckerberg memperkirakan miliaran orang akan menggunakan agen kecerdasan buatan atau AI pribadi dalam waktu sekitar lima tahun. Agen tersebut dibayangkan dapat memahami tujuan pemiliknya dan bekerja sepanjang waktu untuk membantu mencapainya.
Proyeksi itu disampaikan Zuckerberg dalam konferensi laporan keuangan Meta untuk kuartal II 2026 pada Rabu (29/7/2026) waktu setempat. Pernyataannya merupakan gambaran mengenai arah perkembangan AI konsumen, bukan target adopsi resmi ataupun jadwal peluncuran produk yang telah ditetapkan perusahaan.
“Sangat kecil kemungkinannya, lima tahun dari sekarang, tidak ada miliaran orang yang memiliki agen pribadi,” kata Zuckerberg melalui keterangan resminya. Agen itu, menurutnya, akan memahami tujuan pengguna dan bekerja selama 24 jam sehari untuk membantu mewujudkannya.
Pemanfaatannya dapat mencakup banyak aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, hobi, keuangan pribadi, produktivitas, pengelolaan rumah, hubungan sosial, hingga pengembangan karier.
Zuckerberg menilai agen AI pribadi berpeluang menjadi salah satu pasar terbesar berikutnya di industri teknologi. Saat ini, penggunaan agen AI berkembang lebih cepat dalam bidang pemrograman karena pengembang perangkat lunak umumnya bersedia melakukan konfigurasi teknis agar sistem dapat bekerja sesuai kebutuhan.
Persyaratan tersebut dinilai tidak cocok untuk produk konsumen yang ingin menjangkau pasar luas. Agar dapat digunakan oleh miliaran orang, agen AI harus langsung berfungsi tanpa proses pengaturan yang rumit.
Zuckerberg mengakui banyak agen AI generasi awal masih membutuhkan penyesuaian. Sistem dapat terlihat mengesankan ketika pertama kali digunakan, tetapi kemudian gagal menyelesaikan tugas atau berhenti bekerja setelah dijalankan dalam waktu tertentu.
“Produk itu harus bekerja dan harus sederhana,” ujarnya. Perusahaan yang mampu menghadirkan agen pribadi dengan pengalaman semacam itu, menurut Zuckerberg, berpotensi menguasai peluang besar dalam perkembangan AI berikutnya.
Meta sendiri belum meluncurkan agen konsumen dengan seluruh kemampuan yang digambarkan Zuckerberg. Perusahaan juga belum mengumumkan nama produk, harga, tanggal peluncuran, maupun negara yang akan mendapatkannya lebih dahulu.
Meski produk lengkapnya belum tersedia, Meta mulai membangun sejumlah teknologi yang mengarah ke konsep agen pribadi tersebut. Perusahaan ini telah memperbarui Meta AI dengan model Muse Spark 1.1 yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs. Model multimodal ini dirancang untuk menjalankan tugas berbasis agen, termasuk menyusun rencana, menggunakan perangkat komputer, mengakses alat eksternal, memahami berbagai jenis konten, serta mengelola pekerjaan yang terdiri dari beberapa tahapan.
Meta mengatakan Meta AI kini dapat terhubung dengan aplikasi kalender dan email, membuat presentasi, melakukan riset, menyusun agenda, serta menjalankan tugas berulang. Misalnya, pengguna dapat meminta ringkasan kegiatan harian atau membuat jadwal latihan yang diperbarui setiap minggu.
Fitur tersebut mulai digulirkan secara terbatas melalui aplikasi Meta AI dan situs meta.ai di sejumlah pasar. Meta berencana membawanya ke lebih banyak negara dan layanan, termasuk WhatsApp, tetapi belum menyebutkan jadwal ketersediaannya di Indonesia.
Sejak Meta AI dibangun ulang dan menggunakan Muse Spark, jumlah orang yang berinteraksi dengan layanan tersebut setiap hari diklaim meningkat 60%. Namun, Meta tidak mengungkapkan jumlah pengguna sebelum kenaikan tersebut sehingga skala pertumbuhan sebenarnya belum dapat dihitung secara mandiri.
WhatsApp diperkirakan menjadi salah satu pintu utama Meta untuk mendistribusikan agen AI. Zuckerberg mengatakan layanan tersebut saat ini merupakan platform Meta yang paling banyak digunakan untuk berinteraksi dengan Meta AI.
Posisi WhatsApp cukup strategis karena agen pribadi pada akhirnya tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga perlu mengirim pembaruan, mengingatkan pengguna, menjalankan tugas, dan berkomunikasi dengan layanan lain.
Meta menyatakan privasi dan keamanan akan menjadi bagian penting dari pengembangan agen tersebut. Perusahaan juga telah menyediakan mode incognito pada Meta AI dan WhatsApp untuk percakapan tertentu yang, menurut Meta, tidak dapat dilihat oleh perusahaan.
Namun, Meta belum menjelaskan secara terperinci bagaimana agen konsumen akan mengakses, menyimpan, dan menggunakan informasi pribadi yang diperlukan untuk memahami kesehatan, kondisi keuangan, karier, atau hubungan penggunanya.
Meta saat ini sudah menawarkan produk berbeda bernama Meta Business Agents melalui WhatsApp dan Messenger. Lebih dari satu juta bisnis diklaim menggunakannya setiap minggu untuk berbicara dengan pelanggan, memberikan rekomendasi produk, menangani dukungan, atau membantu menyelesaikan penjualan. Layanan tersebut juga mulai digulirkan ke Instagram.
Pada akhirnya, prediksi Zuckerberg mengenai miliaran pengguna pada akhirnya masih bergantung pada kemampuan Meta menghadirkan produk yang sederhana, stabil, aman, dan benar-benar bermanfaat. Tanpa keandalan dan kepercayaan pengguna, agen AI pribadi berisiko hanya menjadi fitur tambahan yang menarik untuk dicoba, tetapi tidak cukup penting untuk digunakan setiap hari.