
- 5 hari lalu
Smart hospital atau Rumah Sakit Pintar bergantung pada integrasi perangkat, SIMRS, standar data, dan tata kelola. Proyek UNSRI-RSMH memperlihatkan cara aliran itu dibangun.

Hedra.ID, Jakarta - Google merilis laporan perdana mengenai penggunaan aplikasi Gemini di Asia Tenggara. Berdasarkan data yang diungkap di blog resminya, Selasa (14/7/2026), jumlah pengguna aktif Gemini di kawasan ini meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun, seiring makin luasnya penggunaan bahasa lokal, perangkat seluler, dan format selain teks.
Gemini Report: Southeast Asia 2026 ini mencakup enam pasar, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Laporan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Gemini di kawasan tidak didominasi bahasa Inggris. Hampir 70% perintah yang dikirim pengguna menggunakan bahasa lokal.
Proporsinya lebih tinggi di sejumlah negara. Di Indonesia, 84% perintah menggunakan bahasa lokal. Angka itu berada di bawah Vietnam yang mencapai 89% dan Thailand sebesar 87%. Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan layanan AI di Asia Tenggara berjalan bersama kebiasaan pengguna berinteraksi dalam bahasa sehari-hari mereka.
Ponsel juga menjadi perangkat utama untuk mengakses Gemini. Google mencatat 75% permintaan di Asia Tenggara berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40% perintah melibatkan suara, foto, atau video, sehingga penggunaan layanan ini tidak lagi hanya bergantung pada pertanyaan berbasis teks.
Dalam laporan tersebut, Indonesia diklaim menonjol dalam aktivitas kreatif. Menurut Google, satu dari setiap tiga perintah pengguna Indonesia ditujukan untuk membuat sesuatu yang baru. Pengguna di Indonesia juga menghasilkan hampir sembilan juta gambar setiap hari melalui Gemini, jumlah tertinggi di antara enam pasar yang dibahas dalam laporan.
Pola penggunaan di Indonesia bahkan lebih berpusat pada perangkat seluler dibandingkan rata-rata kawasan. Sebanyak 82% perintah berasal dari ponsel, sementara hampir separuh interaksi menggunakan masukan suara atau gambar. Kombinasi ini menunjukkan bahwa pengguna Indonesia banyak memanfaatkan Gemini sebagai alat visual dan multimodal, bukan sekadar layanan percakapan berbasis teks.
Meski demikian, laporan tersebut hanya menggambarkan aktivitas pengguna Gemini pada enam pasar utama Google di Asia Tenggara. Angka-angkanya tidak mewakili seluruh penggunaan atau tingkat adopsi AI generatif di kawasan, tetapi memberikan gambaran mengenai bagaimana pengguna layanan Google berinteraksi dengan teknologi tersebut.