- 8.8/10 (12 Reviews)

- 8 hari lalu
RUU Hak Cipta berpotensi mengubah relasi kreator dan platform AI melalui aturan lisensi, transparansi data, kompensasi, dan perlindungan karya.

Hedra.ID, Seoul - Samsung Display dikabarkan akan menjadi satu-satunya pemasok layar OLED untuk MacBook Pro generasi terbaru. Laptop premium Apple tersebut juga disebut bakal membawa layar sentuh untuk pertama kalinya dalam sejarah lini MacBook.
Menurut laporan media Korea Selatan The Elec, Kamis (30/7/2026), Apple sedang mengembangkan MacBook Pro berukuran 14 inci dan 16 inci dengan panel OLED sekaligus kemampuan sentuh. Perangkat itu diperkirakan diperkenalkan paling cepat pada akhir 2026 atau sekitar 2027.
Namun, informasi tersebut masih berasal dari sumber industri dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Apple maupun Samsung Display. Jadwal peluncuran, nama produk, spesifikasi akhir, serta harga jualnya masih dapat berubah.
Jika laporan itu akurat, perubahan ini akan menjadi salah satu pembaruan terbesar pada MacBook Pro dalam beberapa tahun terakhir. Sejak MacBook pertama diperkenalkan pada 2006, Apple belum pernah menawarkan laptop dengan layar sentuh penuh.
Laporan tersebut menyebut Samsung Display merupakan satu-satunya produsen panel yang terlibat sejak tahap awal pengembangan layar OLED MacBook Pro.
Kondisi ini bukan disebut sebagai kontrak eksklusif secara formal. Namun, Samsung secara efektif menjadi pemasok tunggal karena spesifikasi panel dan kemampuan produksinya telah disesuaikan dengan kebutuhan Apple sejak awal proyek.
Apple sebelumnya dikabarkan mencari metode produksi yang menggunakan lembaran kaca berukuran besar. Samsung Display merespons kebutuhan tersebut melalui fasilitas OLED generasi 8.6 miliknya di Asan, Korea Selatan.
Sementara itu, LG Display disebut mempertimbangkan penggunaan jalur OLED generasi 6 yang saat ini dimilikinya. Fasilitas tersebut sebenarnya dapat memproduksi layar OLED untuk laptop, tetapi tingkat efisiensi dan pemanfaatan materialnya lebih rendah dibandingkan jalur generasi 8.6 milik Samsung.
“Jalur generasi 6 saat ini sudah digunakan untuk memproduksi panel ponsel dan tablet,” kata seorang sumber industri yang dikutip The Elec. Kondisi itu membuat produksi panel MacBook berukuran lebih besar sulit ditampung dalam waktu dekat.
LG Display diperkirakan belum dapat masuk ke rantai pasok OLED MacBook Pro sebelum 2029. Perusahaan tersebut saat ini memasok sejumlah panel LCD untuk MacBook dan MacBook Pro, serta panel OLED untuk iPad Pro.
Produsen layar asal China, BOE, juga disebut sedang mengembangkan panel OLED sentuh untuk laptop. Meski demikian, kemampuan produksi dan tingkat keberhasilannya dinilai belum cukup matang untuk memenuhi kebutuhan MacBook Pro generasi pertama. BOE diperkirakan lebih berpeluang memasok panel bagi MacBook Air OLED mulai 2028 atau setelahnya.
Samsung Display dilaporkan telah memulai produksi panel dalam jumlah terbatas. Produksi massal diperkirakan berlangsung sekitar Agustus 2026, meskipun jadwal resminya masih belum ditetapkan.
Samsung diproyeksikan mengirimkan sekitar 2,5 juta panel hingga 2027. Jumlah tersebut menunjukkan Apple kemungkinan masih akan menjalankan peluncuran secara terukur pada generasi pertama, bukan langsung memproduksinya dalam volume sangat besar.
Panel OLED MacBook Pro disebut akan menggunakan transistor film tipis berbasis oksida atau oxide TFT, teknologi sentuh yang ditempatkan langsung pada panel, serta struktur tandem OLED dua lapis.
Teknologi tandem OLED menggunakan dua lapisan pemancar cahaya. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan kecerahan, efisiensi daya, dan usia pakai panel dibandingkan OLED satu lapis.
Produksi layar OLED laptop juga lebih rumit dibandingkan panel ponsel karena ukuran permukaannya lebih besar. Panel untuk komputer harus memenuhi tuntutan kecerahan, efisiensi, dan ketahanan yang tinggi karena layar dapat menampilkan elemen antarmuka statis selama berjam-jam.
Samsung sebelumnya dikabarkan telah mencapai tingkat keberhasilan produksi di atas 90% pada fasilitas OLED generasi 8.6. Pada beberapa tahapan, tingkat keberhasilannya bahkan disebut mencapai 95%, yang dianggap cukup stabil untuk memasuki produksi massal.
MacBook Pro yang dipasarkan Apple saat ini masih menggunakan layar Liquid Retina XDR berbasis Mini-LED, bukan OLED. Layar tersebut memiliki tingkat kecerahan HDR puncak hingga 1.600 nit dan rasio kontras 1.000.000:1.
Pada layar Mini-LED, pencahayaan masih berasal dari ribuan lampu latar berukuran kecil. Sementara itu, setiap piksel pada panel OLED dapat menghasilkan cahaya sendiri dan dimatikan secara individual.
Karakteristik tersebut memungkinkan OLED menghasilkan warna hitam lebih pekat, kontras tinggi, serta desain layar yang lebih tipis. Kekurangannya, biaya produksi panel OLED berukuran besar masih relatif tinggi dan produsen harus mengendalikan risiko penurunan kualitas piksel akibat penggunaan dalam jangka panjang.
Kemampuan layar sentuh juga berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan macOS. Selama ini, Apple mempertahankan layar sentuh untuk iPhone dan iPad, sedangkan Mac lebih mengandalkan papan ketik, trackpad, dan tetikus.
Belum diketahui apakah Apple akan mengubah antarmuka macOS agar lebih nyaman digunakan dengan sentuhan atau sekadar menjadikan fungsi tersebut sebagai metode input tambahan.
Penggunaan panel tandem OLED dan ketergantungan kepada satu pemasok dapat memengaruhi biaya produksi. Tanpa pemasok kedua, ruang Apple untuk membandingkan harga dan membagi pesanan juga menjadi lebih terbatas.
Meski demikian, belum tersedia informasi resmi mengenai harga MacBook Pro OLED. Belum jelas pula apakah Apple akan mengganti seluruh varian MacBook Pro dengan OLED atau hanya menggunakannya pada model tertentu yang ditempatkan di kelas lebih tinggi.
Kenaikan harga perangkat perlu menjadi perhatian, termasuk bagi konsumen Indonesia. IDC mencatat pengiriman komputer di Indonesia mencapai 982.000 unit pada kuartal I 2026, naik 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, IDC memperkirakan pasar PC Indonesia dapat turun 22,9% sepanjang 2026 akibat penyesuaian persediaan dan tekanan ekonomi.
Kondisi tersebut membuat perangkat premium seperti MacBook Pro OLED kemungkinan menyasar kelompok pengguna yang lebih terbatas, terutama pekerja kreatif, pengembang, desainer, dan profesional yang membutuhkan kualitas layar tinggi.
Untuk sementara, konsumen sebaiknya melihat kabar ini sebagai gambaran perkembangan rantai pasok, bukan kepastian peluncuran. Apple masih dapat mengubah spesifikasi, jadwal, maupun strategi pemasok sebelum MacBook Pro OLED benar-benar diperkenalkan.