
- 6 hari lalu
RUU Hak Cipta berpotensi mengubah relasi kreator dan platform AI melalui aturan lisensi, transparansi data, kompensasi, dan perlindungan karya.

Hedra.ID, London - Belum lama ini ramai dibicarakan mengenai hengkangnya Nothing dari beberapa negara. Namun, rumor tersebut langsung mendapatkan bantahan.
Pendiri Nothing, Akis Evangelidis, mengatakan perusahaan tidak menutup operasi di pasar mana pun. Namun, ia mengakui restrukturisasi internal telah berdampak pada sejumlah posisi.
Pernyataan itu disampaikan melalui X pada Jumat (24/7/2026) untuk merespons pemberitaan Digit yang sebelumnya menyebut Nothing bersiap keluar dari sedikitnya 12 pasar, termasuk beberapa negara di Timur Tengah, Jepang, dan Eropa.
Digit juga melaporkan adanya rencana pengurangan tenaga kerja global serta pemangkasan tim riset dan pengembangan di China dan London. Evangelidis membantah skala pemangkasan yang disebut dalam laporan itu, tetapi tidak menepis bahwa perubahan organisasi telah memengaruhi sebagian pekerja.
Menurut Evangelidis, Nothing tidak dapat mengungkap rinciannya karena harus mengikuti aturan dan proses konsultasi tenaga kerja di masing-masing negara.
Sebagai bagian dari penataan ulang, Nothing akan menggabungkan operasi sejumlah negara ke dalam pusat regional. Perusahaan ini juga berencana membentuk beberapa unit bisnis khusus, termasuk unit yang berfokus pada AI.

Evangelidis turut menanggapi laporan mengenai kinerja Phone (4b). Ia mengatakan perangkat tersebut terjual 29.537 unit pada hari pertama dan mencetak rekor di segmen harganya. Angka itu berasal dari perusahaan dan belum disertai verifikasi independen.
Sementara itu, Digit sebelumnya menyebut sekitar 20.000 unit Phone (4b) telah dikirim secara global. Kedua angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung karena menggunakan ukuran berbeda: Digit membahas pengiriman, sedangkan Nothing menyebut penjualan.
Baca juga: OnePlus Hentikan Peluncuran Produk Baru di Eropa dan Amerika Utara
Nothing belum mengungkap jumlah pekerja yang terdampak, negara mana saja yang akan masuk ke pusat regional, maupun kapan restrukturisasi itu akan selesai. Dengan demikian, perusahaan membantah rencana keluar dari sejumlah pasar, tetapi tetap mengonfirmasi adanya perubahan pada struktur operasi dan tenaga kerjanya.