- 8.8/10 (12 Reviews)

- sehari lalu
Xiaomi 18 Fold menawarkan hardware agresif, tetapi belum resmi tersedia di Indonesia. Galaxy Z Fold 8 lebih masuk akal untuk mayoritas pembeli lokal.

Hedra.ID, Jakarta - Ketika kapal bergerak semakin jauh dari daratan dan sinyal seluler mulai menghilang, internet satelit mudah dipahami sebagai koneksi pengganti. Anggapan itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi belum menggambarkan seluruh fungsinya.
Pada kapal yang menjalankan kegiatan operasional, kebutuhan untuk terhubung tidak berhenti pada akses internet bagi orang di dalamnya. Kapal juga dapat membutuhkan jalur untuk mengirim data, berkomunikasi dengan pusat kendali, menjalankan aplikasi digital, dan menjaga koordinasi selama perjalanan.
Karena itu, konektivitas satelit di laut tidak selalu sekadar menggantikan sinyal seluler yang hilang. Dalam penerapan tertentu, satelit justru menjadi bagian dari infrastruktur komunikasi yang menjaga kapal tetap terhubung ketika jaringan berbasis darat sudah tidak dapat dijangkau.
Masalah Dimulai Saat Jaringan Darat Tidak Lagi Menjangkau
Telkomsat menggambarkan kebutuhan ini ketika memperluas layanan VSAT STAR untuk sektor maritim. Menurut perusahaan, layanan tersebut ditujukan untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan komunikasi terestrial, termasuk area pelayaran hingga Zona Ekonomi Eksklusif.
Kondisi kapal memang berbeda dari rumah atau kantor. Kapal terus bergerak, sedangkan infrastruktur jaringan darat tetap berada di lokasi tertentu. Semakin jauh perjalanan membawa kapal dari cakupan jaringan tersebut, semakin besar kebutuhan akan jalur komunikasi lain.
Dalam layanan yang diumumkan Telkomsat, VSAT STAR disebut memiliki kapasitas hingga 200 Mbps per site. Perusahaan menyebut koneksi itu dapat digunakan untuk komunikasi, pertukaran data, akses aplikasi digital, serta koordinasi operasional selama kapal berada di laut.
Angka kecepatan tersebut hanya menjelaskan salah satu sisi layanan. Untuk memahami mengapa koneksi satelit dibutuhkan, pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang harus tetap bisa dilakukan ketika kapal sudah berada di luar jangkauan jaringan darat.
Penjelasan produk Telkomsat memberi gambaran yang lebih spesifik. VSAT STAR Maritim disebut sebagai layanan backhaul berbasis konstelasi satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit.
Istilah backhaul penting karena menunjukkan bahwa perannya tidak sebatas menyediakan Wi-Fi lewat satelit. Dalam konfigurasi tersebut, satelit digunakan untuk menghubungkan jaringan akses yang bergerak bersama kapal dengan jaringan inti yang tetap berada di luar kapal.
Perangkat dan sistem di kapal dapat berada dalam satu jaringan akses. Satelit kemudian menyediakan jalur agar jaringan tersebut tetap bisa berkomunikasi dengan infrastruktur lain meski kapal berada jauh dari jaringan terestrial.
Dengan cara ini, satelit dan jaringan darat tidak selalu berfungsi sebagai dua pilihan yang saling menggantikan. Keduanya dapat menjadi bagian dari rantai komunikasi yang sama: jaringan berada di kapal, satelit membawa koneksi melintasi area tanpa jalur darat, lalu komunikasi diteruskan ke jaringan inti.
Telkomsat telah menggunakan VSAT STAR untuk mendukung kapal patroli Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Menurut laporan ANTARA, konektivitas tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas pengawasan, pencegahan, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas barang di wilayah pabean Indonesia dan ZEE.
Contoh ini memperlihatkan bahwa kebutuhan koneksi di laut dapat berkaitan langsung dengan pekerjaan kapal. Koneksi tidak hanya dipakai agar orang di dalamnya dapat mengakses internet, tetapi juga agar informasi dan koordinasi tetap berjalan selama kapal berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan darat.
Satu penerapan tentu tidak berarti semua kapal membutuhkan jenis atau kapasitas koneksi yang sama. Portofolio Telkomsat sendiri mencakup beberapa teknologi untuk kebutuhan maritim, dari VSAT berbasis satelit hingga layanan broadband dengan karakteristik berbeda.
Itu sebabnya istilah “internet satelit di kapal” sebenarnya mencakup kebutuhan yang lebih luas daripada sekadar mencari alternatif ketika sinyal seluler menghilang.
Pada satu kapal, koneksi mungkin terutama dibutuhkan untuk komunikasi dasar. Pada kapal lain, jaringan dapat menjadi jalur pertukaran data dan penghubung sistem digital yang mendukung kegiatan operasional.
Kesamaannya ada pada persoalan geografis: kapal terus bergerak, sedangkan jaringan komunikasi berbasis darat memiliki batas jangkauan.
Di laut, satelit mengisi ruang yang tidak selalu dapat dijangkau infrastruktur terestrial. Akses internet untuk orang di atas kapal merupakan salah satu kegunaannya. Fungsi yang lebih luas adalah menjaga komunikasi dan pertukaran data tetap berjalan ketika jalur darat sudah tidak tersedia.