- 8.8/10 (12 Reviews)

- 15 hari lalu
Google tengah menguji lazy loading untuk video dan audio di Chrome. Fitur ini berpotensi membuat website lebih ringan dan lebih cepat dibuka di desktop maupun mobile.

Hedra.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membentuk tim khusus untuk menyelidiki pelaksanaan Indonesian Game Rating System (IGRS) secara objektif dan menyeluruh. Investigasi ini mencakup sistem, proses operasional, hingga mekanisme tata kelola.
Sembari menunggu hasil pemeriksaan, pemerintah mengambil langkah mengejutkan dengan menunda seluruh proses rating gim untuk sementara waktu. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana pada Jumat (17/4/2026).
"Penundaan ini bersifat sementara. Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa ke depan sistem IGRS dapat berjalan lebih kuat, lebih kredibel, dan dapat dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Keputusan ini berdampak langsung pada dua kelompok besar di tanah air. Pertama, jutaan orang tua dan anak-anak Indonesia yang menjadi target utama perlindungan IGRS dari konten negatif di ruang digital. Kedua, pelaku industri gim nasional yang selama ini belum memiliki standar klasifikasi yang jelas dan kini harus menunggu kepastian regulasi.
Seperti diketahui, IGRS dirancang sebagai instrumen perlindungan anak sekaligus pembuka kepastian hukum bagi pengembang dan penerbit gim di Indonesia. Tanpa sistem rating yang jelas, industri gim lokal kesulitan memastikan produk mereka memenuhi standar yang berlaku, sementara orang tua tidak punya referensi cukup untuk memilih konten yang sesuai untuk anak-anak mereka.
Sebelum mengambil keputusan final, Kemkomdigi melakukan dialog intensif dengan asosiasi industri gim dan menyerap aspirasi masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin memperbaiki sistem dari sisi teknis, tapi juga memastikan berbagai pihak merasa dilibatkan dalam proses pembenahan.
Penundaan seluruh proses rating ini dilakukan demi membangun sistem yang lebih kredibel dan terpercaya. Alih-alih melanjutkan operasional dengan potensi celah yang masih terbuka, Kemkomdigi memilih memprioritaskan kualitas dan transparansi.
Target akhir investigasi ini adalah menghasilkan temuan yang bisa menjadi dasar penyempurnaan kebijakan. Hasilnya diharapkan bisa membuat implementasi IGRS menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Dengan kata lain, masyarakat bisa berharap pada sistem yang tidak sekadar ada di atas kertas, tapi benar-benar berfungsi di lapangan.
Meskipun belum ada temuan final yang bisa diumumkan, langkah Kemkomdigi yang membuka diri terhadap evaluasi menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola. Bagi pengembang gim nasional, menunggu hasil investigasi mungkin terasa kurang nyaman, tapi jeda ini bisa menjadi investasi untuk ekosistem yang lebih sehat ke depan.