- 8.8/10 (12 Reviews)

- 6 hari lalu
Smart hospital atau Rumah Sakit Pintar bergantung pada integrasi perangkat, SIMRS, standar data, dan tata kelola. Proyek UNSRI-RSMH memperlihatkan cara aliran itu dibangun.

Hedra.ID, Beijing - Apple Intelligence telah terdaftar pada regulator ruang siber China untuk digunakan pada iPhone. Perkembangan ini membawa Apple selangkah lebih dekat untuk menghadirkan rangkaian fitur kecerdasan buatannya di salah satu pasar ponsel terbesar perusahaan, meski layanan tersebut belum diumumkan tersedia bagi pengguna.
Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (15/7/2026), Cyberspace Administration of China mencantumkan Apple Intelligence dalam daftar layanan AI generatif yang telah menjalani proses pendaftaran. China mewajibkan model bahasa besar dan layanan AI generatif tertentu melewati tahap tersebut sebelum dapat ditawarkan kepada publik.
Namun, pendaftaran tidak sama dengan peluncuran. Regulator tidak menyebut tanggal ketersediaan, sementara Apple juga belum mengumumkan kapan fitur itu akan mulai diaktifkan pada iPhone yang dipasarkan di China. Apple tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai komentar oleh Reuters.
Aturan China juga meminta aplikasi atau fitur yang sudah beroperasi untuk menampilkan informasi mengenai model AI terdaftar yang digunakan, termasuk nama model dan nomor pendaftarannya. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa pendaftaran merupakan bagian dari mekanisme pengawasan layanan, bukan sekadar pencantuman administratif sebelum peluncuran.
Tahap ini penting karena rencana peluncuran Apple Intelligence di China sebelumnya menghadapi ketidakpastian regulasi. Pada Juni 2025, Reuters mengutip laporan Financial Times yang menyebut proses Apple dan Alibaba tertahan di regulator China di tengah ketegangan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik antara China dan AS. Pada saat itu, Apple Intelligence belum memperoleh jalan yang jelas menuju pasar tersebut.
Versi Apple Intelligence untuk China akan melibatkan teknologi dari perusahaan dalam negeri. Reuters melaporkan, berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa layanan Apple akan memanfaatkan kemampuan model yang dikembangkan Alibaba dan Baidu.
Alibaba mengonfirmasi bahwa model Qwen akan diintegrasikan dengan Apple Intelligence di China. Menurut perusahaan, integrasi itu mencakup sistem operasi iPhone, iPad, Mac, dan Vision Pro. Meski demikian, keterangan regulator yang tersedia secara khusus menyebut pendaftaran untuk penggunaan Apple Intelligence pada iPhone.
Baidu juga mengonfirmasi sedang bekerja sama dengan Apple untuk mengembangkan fitur Apple Intelligence bagi pengguna iPhone di negara tersebut. Namun, Baidu tidak menjelaskan teknologi atau fitur tertentu yang akan ditanganinya. Apple, Alibaba, dan Baidu juga belum memaparkan pembagian tugas di antara ketiga perusahaan.
Karena itu, belum diketahui bagaimana model Qwen, teknologi Baidu, dan sistem milik Apple akan berinteraksi ketika pengguna menjalankan suatu fitur. Informasi yang tersedia belum menjelaskan apakah masing-masing model akan menangani fungsi berbeda, bekerja pada lapisan pemrosesan yang terpisah, atau digunakan berdasarkan jenis permintaan pengguna.
Keterlibatan mitra lokal juga berarti versi Apple Intelligence di China tidak dapat langsung diasumsikan identik dengan layanan yang tersedia di negara lain. Apple belum mengumumkan fitur apa saja yang akan diluncurkan, bagaimana data diproses, bahasa yang didukung, maupun apakah kemampuan dari penyedia AI global yang digunakan di pasar lain akan ikut tersedia.
Daftar perangkat yang memenuhi syarat juga belum diumumkan secara khusus untuk China. Pendaftaran layanan untuk iPhone tidak otomatis menjelaskan model iPhone mana yang akan didukung atau versi sistem operasi yang diperlukan. Pengguna juga belum mengetahui apakah seluruh fitur akan hadir sekaligus atau diluncurkan secara bertahap.
Selain kesiapan regulasi, peluncuran tersebut memiliki arti penting bagi posisi Apple di pasar ponsel China. Reuters melaporkan pengiriman perangkat Apple di negara itu meningkat 24,4 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Apple Intelligence dapat menjadi tambahan fitur penting dalam persaingan dengan produsen lokal yang telah mengintegrasikan kemampuan AI ke perangkat mereka, tetapi dampaknya baru dapat dinilai setelah layanan benar-benar tersedia.
Pendaftaran Apple Intelligence juga berlangsung ketika regulator mencatat perangkat AI lain, termasuk ponsel Nubia-Doubao milik ZTE yang dikembangkan bersama ByteDance. Pencantuman tersebut memperlihatkan bahwa layanan AI pada perangkat konsumen menjadi bagian dari proses registrasi yang lebih luas, bukan perlakuan khusus untuk Apple.
Untuk saat ini, perkembangan yang telah dikonfirmasi terbatas pada selesainya tahap pendaftaran Apple Intelligence untuk penggunaan pada iPhone di China dan keterlibatan Alibaba serta Baidu sebagai mitra teknologi. Informasi mengenai tanggal peluncuran, fitur, perangkat yang didukung, dan mekanisme pemrosesannya masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Dengan demikian, pendaftaran ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence, tetapi belum mengubah status layanan menjadi tersedia. Kepastian bagi pengguna baru akan muncul setelah Apple mengumumkan waktu distribusi dan menjelaskan bentuk layanan yang akan diterapkan di China.