
- 8 hari lalu
Pemerintah menyiapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi di luar Komdigi. Independensinya akan ditentukan oleh desain pelaporan, anggaran, dan penegakan.

Hedra.ID, California - Apple diperkirakan mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal April hingga Juni terkuat dalam lima tahun terakhir, ditopang peningkatan penjualan iPhone. Adapun angka tersebut masih berupa proyeksi analis menjelang laporan keuangan resmi perusahaan.
Berdasarkan konsensus analis yang dihimpun LSEG yang diberitakan Reuters, Kamis (30/7/2026), pendapatan Apple diproyeksikan naik 15,5% menjadi US$108,65 miliar atau sekitar Rp1.964 triliun. Diklaim, pertumbuhan ini akan menjadi yang tertinggi untuk kuartal fiskal ketiga Apple sejak 2021, meski lajunya sedikit lebih lambat dibandingkan tiga bulan sebelumnya.
Selain itu, penjualan iPhone diperkirakan meningkat 20,8%, juga menjadi pertumbuhan kuartal fiskal ketiga terkuat sejak 2021. Kinerja itu ditopang keputusan Apple mempertahankan harga iPhone ketika kenaikan biaya cip memori dan penyimpanan mulai menekan industri perangkat elektronik.
Apple sebelumnya menaikkan harga sejumlah iPad dan MacBook, tetapi belum mengambil langkah serupa untuk iPhone. Counterpoint Research memperkirakan pengiriman iPhone meningkat 3%, sementara pangsa pasar Apple naik hingga mendekati seperlima pasar smartphone.
Pendapatan dari Mac diproyeksikan tumbuh 8,7%, meningkat dari 5,7% pada kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pertumbuhan penjualan iPad diperkirakan melambat menjadi 5,2% dari sebelumnya 8%.
Laba Apple diperkirakan tumbuh 18,1%. Namun, margin kotor perusahaan diproyeksikan turun menjadi 47,9% dari 49,3% pada kuartal sebelumnya akibat meningkatnya biaya komponen.
Baca juga: Jadwal Penjualan iPhone Lipat Apple Kembali Tak Pasti
Investor selanjutnya akan mencermati berapa lama Apple dapat mempertahankan harga iPhone. Sejumlah analis memperkirakan perusahaan dapat menaikkan harga saat memperkenalkan generasi iPhone berikutnya, tetapi rencana tersebut belum dikonfirmasi oleh Apple.
Seluruh angka pendapatan, penjualan, laba, dan margin dalam laporan ini masih berupa proyeksi analis. Hasil resmi Apple dapat berbeda ketika perusahaan menerbitkan laporan keuangannya.