- 8.8/10 (12 Reviews)

- 2 bulan lalu
Komisi Eropa merekomendasikan negara anggota EU mengecualikan Huawei dan ZTE dari infrastruktur telekomunikasi, di tengah aturan siber baru yang menyasar pemasok berisiko tinggi.

Hedra.ID, Seoul - Samsung Electronics diperkirakan mencetak rekor laba baru pada kuartal II 2026, ketika permintaan memori untuk infrastruktur AI masih mendorong harga chip naik. Seberapa besar laba yang dicapai?
Seperti diberitakan Reuters mengutip LSEG SmartEstimate dari 30 analis, Senin (6/7/2026), laba operasional Samsung untuk periode April-Juni diperkirakan mencapai 86 triliun won atau sekitar US$56,35 miliar. Hanya saja, angka ini belum menjadi hasil resmi Samsung.
Perusahaan Korea Selatan tersebut dijadwalkan memberi estimasi laba pada Selasa, sementara rincian kinerja kuartal II baru akan diumumkan kemudian. Jika proyeksi analis itu tepat, laba operasional Samsung akan melonjak dari 4,7 triliun won pada periode yang sama tahun lalu dan menjadi rekor kuartalan ketiga berturut-turut.
Kenaikan ini terutama ditopang bisnis memori. Reuters melaporkan permintaan untuk server AI membuat pasokan memori global tetap ketat, bukan hanya untuk high-bandwidth memory, tetapi juga DRAM dan NAND konvensional. Berdasarkan data Citi Research, harga jual rata-rata DRAM naik 44% secara kuartalan pada kuartal II, sementara NAND naik 53%.
Samsung sendiri sudah memberi sinyal serupa pada laporan kuartal I. Dalam laporan resminya, perusahaan menyebut bisnis memori mencetak rekor karena permintaan AI bernilai tinggi, pasokan yang terbatas, dan kenaikan harga jual rata-rata. Samsung juga memperkirakan permintaan memori pada kuartal II tetap kuat seiring ekspansi infrastruktur AI.
Namun, hasil aktual masih bisa bergerak dari estimasi. Reuters melaporkan analis memperhatikan kemungkinan provisi bonus pekerja chip setelah kesepakatan upah, yang bisa memengaruhi pencatatan laba kuartal II.
Risiko lain datang dari belanja infrastruktur AI. JPMorgan, menurut Reuters, menilai investor masih mencari bukti lebih jelas bahwa layanan AI akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan cloud yang cukup untuk membenarkan belanja memori yang terus membesar.
Itulah sebabnya kabar ini hanya bisa diasumsikan sebagai proyeksi kuat, bukan capaian final. Samsung sedang menikmati siklus kenaikan memori yang besar karena AI, tetapi angka 86 triliun won masih menunggu konfirmasi resmi perusahaan.