
- 21 hari lalu
iPhone 20 Pro dan Pro Max dirumorkan hadir dengan layar nyaris tanpa bezel, ukuran lebih besar, dan desain khusus untuk menandai 20 tahun iPhone.

Hedra.ID, California - BASF melalui anak usahanya, trinamiX, menggugat Apple di Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran tujuh paten yang berkaitan dengan teknologi autentikasi wajah. Gugatan itu diajukan pada 3 September 2026 di pengadilan federal di Midland, Texas.
Perselisihan ini berpusat pada teknologi yang dikembangkan trinamiX untuk membantu sistem pengenalan wajah membedakan kulit manusia dari material lain. Teknologi tersebut dirancang untuk menghadapi metode spoofing yang mencoba mengelabui autentikasi wajah menggunakan foto, topeng cetak 3D, atau replika silikon.
Menurut gugatan, Apple belum menggunakan teknologi yang dipatenkan trinamiX ketika pertama kali memperkenalkan Face ID bersama iPhone X pada 2017. Namun, trinamiX menuduh teknologi deteksi material dan kulit itu kemudian digunakan pada berbagai produk Apple, termasuk sejumlah model iPhone 15, iPhone 16, iPhone 17, serta iPad Pro.
“Apple mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa pembaruan iPhone dan iPad yang memakai Face ID dengan deteksi material dan kulit melanggar tujuh paten trinamiX,” demikian klaim dalam gugatan, dikutip Reuters, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: iPhone Lipat Diperkirakan Jadi Perangkat Debut John Ternus sebagai CEO Apple
Sekedar informasi, trinamiX berasal dari riset ilmuwan BASF yang pada 2010 melakukan penelitian terkait sel surya organik dan kemudian mengembangkan prototipe kamera tiga dimensi. BASF membentuk trinamiX sebagai entitas tersendiri pada 2014 untuk mengembangkan teknologi penginderaan 3D dan material. Menurut gugatan, perusahaan itu kini memiliki lebih dari 800 paten yang telah diberikan atau masih dalam proses di berbagai negara.
BASF meminta ganti rugi dengan nilai yang belum disebutkan serta perintah pengadilan untuk menghentikan dugaan pelanggaran lebih lanjut. Namun, gugatan tersebut belum membuktikan bahwa Apple memang melanggar paten trinamiX. Klaim itu masih harus diuji melalui proses hukum.
Apple belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters ketika laporan tersebut diterbitkan.