
- sebulan lalu
Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertamanya, dengan layar 7,6 inci, chip A20 Pro, dan harga mulai US$1.999.

Hedra.ID - Sejumlah bank besar di Amerika Serikat mulai memperketat akses AI agent pihak ketiga ke akun pelanggan. Langkah ini muncul setelah bank menemukan software semacam itu mencoba masuk menggunakan kredensial nasabah, sementara dalam beberapa kasus aktivitas agent disebut tampak berjalan di luar instruksi pengguna.
Namun, situasinya tidak sesederhana AI membobol rekening bank. Dalam sejumlah kasus yang dilaporkan Reuters, Kamis (22/10/2026), pelanggan sendiri memberikan ID login dan password kepada AI agent agar software tersebut dapat menjalankan tugas atas nama mereka. Bank kemudian mendeteksi dan biasanya memblokir aktivitas tersebut.
Perbedaan ini penting karena sebuah AI agent bisa mendapat izin dari pemilik akun, tetapi belum tentu mendapat izin dari bank untuk menggunakan kredensial tersebut. Banyak bank memang mensyaratkan pelanggan manusia mengakses akun melalui mekanisme autentikasi yang sudah ditentukan.
Chase, misalnya, memperingatkan pelanggan agar tidak menyerahkan informasi login kepada layanan lain. “Pelanggan tidak seharusnya memberikan nama pengguna dan kata sandi mereka kepada siapa pun,” kata juru bicara Chase.
Di hari yang sama, Axios melaporkan Morgan Stanley, Bank of America, JPMorgan, Wells Fargo, dan sejumlah bank lain sedang menangani risiko yang muncul dari penggunaan AI agent. Laporan itu tidak berarti seluruh bank tersebut telah mengalami pembobolan.
Morgan Stanley bahkan mengatakan sejauh ini tidak menemukan aktivitas rogue agent di platformnya. “Kami belum menemukan kasus AI agent nakal yang mengakses platform kami,” kata juru bicara Morgan Stanley.
Masalah yang dihadapi bank adalah menentukan siapa atau apa yang sebenarnya berada di balik sebuah aktivitas akun. AI agent dapat menggunakan kredensial yang diberikan pelanggan dan terlihat seperti pengguna biasa, tetapi pada saat yang sama software tersebut dapat menjalankan serangkaian langkah secara otomatis.
Axios menyebut beberapa bank juga menemukan aktivitas ketika agent menghubungi pusat layanan pelanggan atau tampak melakukan tindakan yang tidak secara langsung diperintahkan pengguna. Sumber laporan itu mengatakan banyak bank belum dapat membedakan dengan baik apakah suatu aktivitas benar-benar diarahkan pelanggan atau agent sudah bertindak sendiri.
JPMorgan memilih membatasi akses dari agent eksternal sambil mengembangkan sistemnya sendiri untuk menangani teknologi tersebut. CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon mengatakan penggunaan AI agent pada dasarnya tidak ditolak, tetapi akses dari luar tidak bisa diberikan begitu saja.
“Kami tidak akan membiarkan sembarang agent eksternal masuk ke perusahaan karena risikonya terlalu besar bagi klien dan JPMorgan,” kata Dimon.
Charles Schwab mengambil pendekatan serupa. Dalam earnings call kuartal ketiganya, perusahaan mengatakan sudah memblokir agent yang mencoba masuk atas nama pelanggan karena metode tersebut dianggap tidak aman.
“Kami tidak akan mengizinkannya. Kami sudah memblokirnya,” kata CEO Charles Schwab Rick Wurster.
Schwab tidak menutup akses AI sepenuhnya. Perusahaan justru ingin menyediakan jalur yang membuat autentikasi dan kewenangan agent dapat dikendalikan. Wurster mengatakan akses eksternal nantinya dapat dibatasi, misalnya untuk melihat saldo atau melakukan riset tanpa memberikan kemampuan memindahkan uang secara bebas.
Pendekatan semacam itu juga mulai muncul di industri secara lebih luas. Axios melaporkan sebagian bank sudah mengizinkan atau sedang menuju model akses read-only, sehingga layanan pihak ketiga dapat membaca informasi tertentu tanpa memiliki kewenangan melakukan transaksi.
Sejauh informasi yang dipublikasikan, belum ada angka mengenai jumlah rekening yang terdampak ataupun kerugian finansial akibat AI agent yang bertindak di luar instruksi pelanggan. Identitas agent yang terkait dengan kasus-kasus dalam laporan terbaru juga belum dirinci.
Karena itu, perkembangan ini lebih tepat dilihat sebagai persoalan baru mengenai autentikasi dan pembagian kewenangan. Pelanggan mungkin mengizinkan AI bekerja untuk mereka, tetapi bank masih harus menentukan tindakan apa yang boleh dilakukan software tersebut, bagaimana memastikan agent tetap mengikuti instruksi, dan siapa yang bertanggung jawab jika sesuatu berjalan tidak semestinya.