
- 2 bulan lalu
WhatsApp hanya mendukung Android 6 atau lebih baru mulai 8 September 2026. Cek kapan cukup update OS dan kapan ganti HP lebih masuk akal.

Hedra.ID - iPhone Duo baru beberapa hari sampai ke tangan konsumen ketika laporan layar bagian dalam yang retak mulai bermunculan. Apple sudah mengakui ada masalah pada sejumlah kecil unit dan meminta pemilik yang terdampak menghubungi AppleCare untuk mendapatkan penggantian.
Bagi orang yang sudah membeli, setidaknya ada jalur penanganan yang jelas. Namun, bagi calon pembeli, situasinya berbeda. Kalau memang tidak perlu punya iPhone Duo sekarang juga, pilihan yang lebih masuk akal adalah menunggu.
Bukan karena iPhone Duo sudah terbukti bermasalah secara luas. Data yang ada belum cukup untuk sampai pada kesimpulan itu.
Justru persoalannya adalah kita belum tahu seberapa besar risikonya, sementara harga awalnya mencapai US$1.999. Membeli sekarang berarti menerima ketidakpastian yang belum terjawab soal salah satu komponen terpenting di perangkat foldable: layar utamanya.
Laporan kerusakan mulai muncul tak lama setelah iPhone Duo dijual pada 23 Oktober. Beberapa pemilik menunjukkan pola yang mirip, yakni kerusakan di sekitar garis lipatan layar dalam. Pada sejumlah kasus, retakan itu juga disertai garis atau area piksel yang menyala.
9to5Mac awalnya menemukan sekitar sepuluh kasus unik. Bloomberg kemudian memverifikasi masalah tersebut kepada lebih dari setengah lusin pemilik yang memperlihatkan foto kerusakan atau percakapan mereka dengan dukungan Apple.
Artinya, kasus ini cukup nyata untuk diperhatikan. Namun, angka tersebut tetap terlalu kecil untuk dijadikan dasar bahwa iPhone Duo secara umum mengalami kegagalan layar.
Ada alasan lain untuk berhati-hati membaca jumlah laporan di internet. MacRumors mencatat bahwa sebagian gambar yang beredar dan diklaim menunjukkan iPhone Duo rusak tampaknya merupakan gambar buatan AI. Jadi, menghitung unggahan media sosial begitu saja juga tidak cukup untuk mengukur seberapa luas masalah sebenarnya.
Apple sendiri hanya menyebut masalah ini memengaruhi “sejumlah kecil” unit. Perusahaan belum mempublikasikan jumlah perangkat terdampak, persentase kegagalan, atau apakah kasus tersebut terkonsentrasi pada produksi tertentu.
Posisinya karena itu cukup jelas: terlalu dini menyebut iPhone Duo punya masalah massal, tetapi juga terlalu dini menganggap laporan retak ini sebagai gangguan kecil yang sudah selesai.
Karena banyak kerusakan terlihat di sekitar area lipatan, mekanisme engsel ikut menjadi perhatian. Dalam teardown iPhone Duo, iFixit membuat model engsel berdasarkan CT scan, proses pembongkaran, dan paten Apple. Mereka menemukan area tempat beberapa komponen bertemu di sekitar lokasi yang mirip dengan titik kerusakan pada sejumlah unit.
Salah satu kemungkinan yang diuji iFixit adalah batang penyangga tengah yang tidak turun cukup jauh ketika ponsel ditutup. Dalam kondisi tertentu, layar yang melipat bisa bertemu dengan bagian tersebut dan menciptakan titik tekanan kecil.
Hipotesis ini memberi gambaran bahwa pola kerusakan tersebut mungkin memiliki penjelasan mekanis. Namun, itu belum sama dengan mengetahui penyebabnya.
iFixit membahas beberapa kemungkinan, bukan menetapkan satu akar masalah. Apple juga belum mengatakan bahwa engsel menjadi penyebab layar retak. Sejauh sumber yang tersedia, belum ada pengumuman mengenai perubahan desain, revisi produksi, ataupun program recall.
Perbedaan ini penting bagi calon pembeli. AppleCare memang bisa mengurangi konsekuensi jika perangkat rusak karena ada jalur penggantian. Tetapi penggantian setelah masalah terjadi tidak menjawab pertanyaan yang lebih penting sebelum membeli: apakah unit yang tersedia sekarang punya risiko yang sama?
iPhone Duo memang menawarkan sesuatu yang belum pernah tersedia di lini iPhone sebelumnya. Apple membekalinya dengan layar dalam 7,6 inci, layar luar 5,4 inci, format foldable, dan pengalaman iOS yang disesuaikan untuk dua kondisi layar.
Bagi early adopter yang memang sudah menunggu foldable dari Apple, daya tarik itu bisa cukup besar untuk menerima ketidakpastian generasi pertama. Kalau akses ke Apple Store atau AppleCare mudah dan kemungkinan harus menukar perangkat bukan masalah besar, membeli sekarang masih bisa dibenarkan.
Tetapi kalkulasinya berbeda bagi pengguna yang hanya ingin membeli ponsel utama mahal dan memakainya tanpa banyak urusan. Di titik itu, belum terlihat keuntungan besar dari menjadi pembeli paling awal ketika pertanyaan soal reliabilitas layar masih terbuka.
Menunggu juga tidak harus berarti berharap harga segera turun atau menanti “batch baru” yang sudah diperbaiki. Belum ada sumber yang mendukung dua kemungkinan itu.
Yang layak ditunggu adalah informasi. Apakah jumlah laporan terus bertambah? Apakah Apple memberi penjelasan teknis? Apakah kemudian ada indikasi bahwa kasus hanya mengenai sebagian produksi awal? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu bisa mengubah tingkat risiko pembelian jauh lebih jelas daripada sekadar menunggu beberapa minggu tanpa alasan.
iPhone Duo masih bisa dipertimbangkan oleh pembeli yang memang ingin menjadi pengguna awal foldable Apple, memahami konsekuensi membeli perangkat generasi pertama, dan tidak terlalu keberatan jika nantinya harus berurusan dengan proses penggantian. Dukungan resmi yang mudah dijangkau juga membuat risiko tersebut lebih mudah dikelola.
Sebaliknya, kalau prioritas utama adalah reliabilitas, tidak banyak alasan untuk terburu-buru. Hal yang sama berlaku bagi orang yang berniat memakai perangkat ini selama bertahun-tahun tetapi tidak mendapat manfaat nyata dari memilikinya beberapa minggu lebih cepat.
Untuk kondisi sekarang, sebaiknya menunggu. Bukan karena iPhone Duo sudah pantas dicap sebagai produk gagal, tetapi karena bagian yang belum diketahui masih terlalu dekat dengan inti produknya: layar utama dan mekanisme lipat. Selama penyebab serta skala kasus belum lebih jelas, calon pembeli yang tidak punya kebutuhan mendesak tidak kehilangan banyak dengan membiarkan situasinya berkembang lebih dulu.