- 8.8/10 (12 Reviews)

- sebulan lalu
Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertamanya, dengan layar 7,6 inci, chip A20 Pro, dan harga mulai US$1.999.

Hedra.ID - iPhone Duo punya daya tarik yang sulit ditawarkan iPhone lain. Untuk pertama kalinya, pengguna bisa membuka sebuah iPhone menjadi layar 7,6 inci, lalu menjalankan dua aplikasi berdampingan. Namun justru karena bentuknya begitu berbeda, Duo tidak otomatis menjadi iPhone yang paling masuk akal untuk dibeli.
Pertanyaan terpentingnya bukan apakah ini iPhone paling baru atau paling unik. Yang perlu dihitung adalah apakah layar lipat itu benar-benar akan dipakai cukup sering untuk membenarkan harga mulai US$1.999 di Amerika Serikat, atau sekitar Rp36 juta jika dikonversi dengan kurs rupiah saat ini.
Untuk sebagian besar calon pembeli, belum ada alasan kuat untuk buru-buru ikut pre-order. Duo lebih mudah dibenarkan bagi orang yang sejak awal memang menginginkan ponsel foldable dan melihat layar besar sebagai bagian penting dari pemakaian sehari-hari. Jika kebutuhannya lebih konvensional, seperti performa tinggi, kamera lengkap, dan pengalaman iPhone kelas atas, iPhone 18 Pro justru punya posisi yang lebih sederhana.
Apple menempatkan layar sebagai pembeda terbesar Duo. Saat tertutup, perangkat ini memakai layar luar 5,4 inci. Setelah dibuka, ada layar dalam 7,6 inci dengan Split View untuk menjalankan dua aplikasi berdampingan. Keduanya mendukung ProMotion, sementara dapur pacunya menggunakan A20 Pro, chip yang juga dipakai pada lini iPhone 18 Pro.
Di Amerika Serikat, iPhone Duo 256 GB dibanderol mulai US$1.999, sekitar Rp36 juta berdasarkan kurs yang sama. iPhone 18 Pro dengan kapasitas 256 GB mulai US$1.199 atau sekitar Rp21,6 juta, sementara iPhone 18 Pro Max mulai US$1.299 atau sekitar Rp23,4 juta.
Selisih antara Duo dan 18 Pro mencapai US$800. Jika sekadar dikonversi, nilainya sekitar Rp14,4 juta. Selisih ini penting karena keduanya memakai A20 Pro. Membayar lebih untuk Duo bukan berarti mendapatkan kelas prosesor yang lebih tinggi. Nilai tambah utamanya datang dari format foldable, layar dalam yang jauh lebih luas, dan kemungkinan menggunakan ponsel dengan cara yang berbeda.
Bagi orang yang rutin membaca dokumen, membandingkan dua halaman, melakukan video call sambil membuka materi lain, atau memang ingin ruang kerja lebih besar tanpa membawa tablet, layar Duo bisa punya manfaat yang jelas. Apple juga sudah mengoptimalkan aplikasinya untuk perangkat ini dan menyebut aplikasi pihak ketiga seperti Netflix, Zoom, dan Slack sebagai contoh penggunaan format layar tersebut.
Masalahnya, premium sekitar Rp14,4 juta menjadi jauh lebih sulit dipertahankan jika layar dalam hanya dibuka sesekali. Untuk penggunaan seperti itu, iPhone 18 Pro sudah menawarkan chip yang sama dan pengalaman iPhone kelas atas tanpa meminta pembeli membayar mahal untuk mekanisme lipat yang belum tentu menjadi bagian penting dari rutinitasnya.
Duo juga bukan iPhone 18 Pro dengan engsel yang ditambahkan begitu saja. Ada sejumlah hal yang justru dikorbankan demi bentuk foldable.
MacRumors mencatat bahwa Duo menggunakan Touch ID pada tombol samping, bukan Face ID, serta tidak memiliki Action button. Layar luarnya juga hanya 5,4 inci, sementara iPhone 18 Pro memakai layar 6,3 inci. Bobot Duo mencapai 254 gram, dibandingkan 211 gram pada iPhone 18 Pro berdasarkan spesifikasi Apple.
Perbedaannya makin penting jika kamera menjadi alasan utama membeli iPhone mahal. Duo tidak membawa kamera telefoto 48 MP 4x seperti iPhone 18 Pro. Zoom 2x kualitas optiknya berasal dari kamera utama. MacRumors juga mencatat absennya sejumlah kemampuan fotografi dan video kelas Pro, termasuk ProRAW dan beberapa kontrol profesional.
Artinya, posisi kedua perangkat ini sebenarnya cukup berbeda. iPhone 18 Pro mempertahankan paket smartphone konvensional yang lebih lengkap, terutama untuk kamera. Duo menukar sebagian kelengkapan itu dengan layar lipat dan cara multitasking yang tidak tersedia di model Pro biasa.
Ada pula faktor biaya kepemilikan yang lebih sulit diabaikan pada perangkat seharga ini. Berdasarkan biaya servis Amerika Serikat yang dikutip MacRumors dari Apple, kerusakan layar dalam Duo diperkirakan bisa mencapai US$999 tanpa AppleCare+, setara sekitar Rp18 juta. Kategori kerusakan lain dapat mencapai US$1.499 atau sekitar Rp27 juta, sedangkan penggantian baterai di luar garansi disebut US$229 atau sekitar Rp4,1 juta.
Sekali lagi, angka rupiah itu bukan tarif servis Indonesia. Namun skalanya membantu menunjukkan bahwa memiliki Duo membawa risiko biaya yang berbeda dari iPhone konvensional. Bagi pembeli yang biasa menyimpan ponsel selama beberapa tahun, faktor ini layak masuk perhitungan bersama harga awalnya.
Kesan awal terhadap hardware Duo cukup positif. The Verge, setelah mencoba perangkat di acara peluncuran Apple, menilai mekanisme lipatnya mulus dan lipatan pada layar sulit terasa dengan jari selama sesi hands-on.
Engadget juga menyoroti perpindahan antarlayar yang terasa mulus, meski mencatat bodinya cukup berat. Namun, hands-on singkat belum menjawab pertanyaan yang biasanya baru muncul setelah perangkat dipakai lebih lama.
Belum ada dasar yang cukup dari sumber tersebut untuk menilai bagaimana baterainya dalam penggunaan campuran sehari penuh, seberapa nyaman layar luar 5,4 inci setelah dipakai terus-menerus, bagaimana aplikasi pihak ketiga beradaptasi dalam praktik, atau bagaimana layar dan engsel menghadapi penggunaan berulang.
Di titik inilah keputusan pre-order perlu dibedakan menurut tipe pembelinya. Kalau Anda sudah lama menginginkan foldable berbasis iOS, memahami kompromi kamera dan autentikasinya, serta yakin layar dalam akan dipakai setiap hari, pre-order masih punya alasan yang jelas. Duo menawarkan sesuatu yang memang tidak bisa diberikan iPhone 18 Pro hanya dengan spesifikasi lebih tinggi: cara menggunakan perangkat yang berbeda.
Sebaliknya, jika tujuan Anda hanya mendapatkan iPhone kelas atas yang paling mudah dibenarkan untuk penggunaan umum, iPhone 18 Pro lebih rasional. Harga AS-nya terpaut sekitar US$800 atau, dalam konversi sederhana, Rp14,4 juta lebih rendah. Paket kameranya juga lebih lengkap, Face ID tetap tersedia, dan Anda tidak perlu membayar premium besar untuk format lipat.
Kelompok yang paling sebaiknya menunggu justru ada di tengah: tertarik dengan Duo, tetapi belum tahu apakah layar 7,6 inci itu akan benar-benar mengubah cara mereka menggunakan ponsel.
Untuk kelompok ini, review lengkap lebih bernilai daripada keuntungan menjadi pembeli pertama. iPhone Duo mungkin menjadi iPhone paling berbeda tahun ini, tetapi rasa penasaran saja belum cukup untuk membenarkan harga US$1.999—atau sekitar Rp36 juta jika hanya dikonversi ke rupiah.