- 8.8/10 (12 Reviews)

- 9 hari lalu
Belanja AI Big Tech terus membesar karena kebutuhan komputasi naik, tetapi investor mulai menunggu bukti bahwa infrastruktur mahal itu bisa menghasilkan imbal balik.

Hedra.ID, Eropa - OnePlus memastikan tidak akan lagi meluncurkan produk baru di Eropa dan Amerika Utara. Keputusan tersebut mengakhiri kehadiran produk baru merek itu di dua wilayah yang ikut membentuk pertumbuhannya di pasar global, tetapi tidak langsung menghentikan penjualan stok lama maupun dukungan bagi perangkat yang sudah digunakan konsumen.
“Setelah melakukan evaluasi secara hati-hati, OnePlus tidak akan lagi meluncurkan produk baru di Eropa dan Amerika Utara,” kata perusahaan dalam pernyataan kepada TechCrunch, Kamis (16/7/2026). OnePlus menambahkan bahwa hak pengguna, termasuk layanan purnajual dan pembaruan perangkat lunak, tetap dijamin.
Perusahaan asal China tersebut tidak menjelaskan secara terperinci hasil evaluasi yang mendasari keputusan tersebut. Dalam pengarahan kepada media, OnePlus menyebut langkah itu sebagai bagian dari strategi produk global jangka panjang dan upaya memusatkan sumber daya pada pasar yang dinilai dapat dilayani dengan lebih baik. Pihaknya juga mengatakan keputusan tersebut tidak ditetapkan secara sepihak oleh OnePlus ataupun diperintahkan langsung oleh OPPO.
Adapun penghentian ini dibatasi pada peluncuran produk baru. Persediaan perangkat OnePlus yang masih tersedia tetap dapat dijual di Eropa dan Amerika Utara selama stoknya masih ada. Setelah persediaan tersebut habis, konsumen di kedua wilayah tidak lagi mendapatkan generasi baru ponsel, tablet, atau perangkat OnePlus lainnya melalui kanal resmi.
Bagi pengguna lama, OnePlus dan OPPO menyatakan garansi, layanan purnajual, pembaruan perangkat lunak, dan kanal layanan yang telah tersedia akan dipertahankan. James Paterson, Senior PR Manager OPPO di Eropa, mengatakan kepada The Verge bahwa “pembaruan perangkat lunak dan dukungan purnajual akan dijamin” di Eropa dan Amerika Serikat.
Meski demikian, OPPO belum menjelaskan secara lengkap bagaimana garansi dan layanan tersebut akan dijalankan di Amerika Serikat setelah OnePlus tidak lagi memiliki kehadiran produk baru di pasar itu. Di Eropa, dukungan dapat ditopang oleh bisnis OPPO yang masih beroperasi, sedangkan OPPO tidak mempunyai jaringan penjualan ponsel resmi yang sebanding di Amerika Serikat.
Perubahan juga akan menyentuh sistem operasi yang digunakan perangkat OnePlus. OPPO berencana menawarkan pembaruan ColorOS kepada pengguna OnePlus di Eropa dan Amerika Utara dalam beberapa bulan mendatang. Langkah tersebut secara bertahap mengalihkan pengembangan perangkat lunak dari OxygenOS ke sistem operasi milik OPPO.
Pengguna perangkat yang memenuhi syarat akan diberi pilihan untuk memasang ColorOS. Sementara itu, model lama yang tidak termasuk dalam cakupan pembaruan tetap dijanjikan memperoleh pemeliharaan versi. Daftar perangkat dan jadwal peralihannya belum diumumkan dan akan ditentukan melalui pemberitahuan resmi berikutnya.
OPPO Europe CEO Elvis Zhou mengatakan pengguna juga dapat kembali ke OxygenOS apabila tidak ingin bertahan di ColorOS. Namun, pilihan tersebut diperkirakan membuat perangkat tidak lagi memperoleh pembaruan sistem berikutnya.
“OxygenOS dan ColorOS selama beberapa tahun terakhir memang telah memakai fondasi teknis yang sama setelah kegiatan penelitian dan pengembangan OnePlus serta OPPO semakin terintegrasi,” ujarnya.
Mundurnya OnePlus tidak berarti OPPO ikut meninggalkan Eropa. OPPO menyebut kawasan tersebut sebagai pasar penting dan berencana meningkatkan investasi, memperluas kerja sama dengan peritel, serta memperkuat ketersediaan ponsel flagship. Perusahaan juga telah membuka kembali toko daringnya di Inggris dengan pilihan produk yang lebih luas.
Zhou menyebut Eropa tetap menjadi “pasar utama” bagi OPPO. Strategi tersebut menunjukkan pembagian fokus yang semakin jelas: merek OnePlus berhenti membawa produk baru ke kawasan itu, sedangkan OPPO mempertahankan dan memperluas kehadirannya.
Dampaknya lebih besar bagi konsumen Amerika Utara karena OPPO tidak menjual ponselnya secara resmi di wilayah tersebut. Ketika ditanya mengenai alternatif bagi pemilik OnePlus yang ingin membeli perangkat baru, perusahaan belum menyampaikan merek, lini produk, atau strategi pengganti. OPPO hanya menegaskan bahwa kewajiban dukungan bagi perangkat yang sudah beredar akan tetap dipenuhi.
Maurice Klaehne, analis senior Counterpoint Research, menilai keputusan ini menandai berakhirnya periode ekspansi global OnePlus. “Era pertumbuhan itu telah berakhir,” katanya kepada TechCrunch, seraya menyebut perusahaan kini lebih memusatkan perhatian pada China. Counterpoint mencatat pangsa pengiriman OnePlus di Amerika Serikat telah turun hingga di bawah 1% pada tahun sebelumnya.
OnePlus belum mengungkap pasar mana saja yang tetap akan menerima produk baru. Perusahaan hanya mengonfirmasi bahwa peta jalan produknya di China tidak berubah. Divisi OnePlus di India secara terpisah menyatakan operasinya masih berjalan seperti biasa, sehingga laporan mengenai penghentian bisnis di pasar tersebut belum menjadi keputusan resmi perusahaan.
Bagi pengguna di Eropa dan Amerika Utara, perubahan terdekat bukanlah perangkat yang langsung berhenti berfungsi, melainkan berakhirnya pilihan untuk membeli generasi baru OnePlus melalui saluran resmi. Dukungan bagi perangkat lama masih dijanjikan, tetapi pelaksanaannya akan bergantung pada jadwal pembaruan, peralihan ke ColorOS, serta keberlanjutan jaringan layanan di masing-masing wilayah.