
- 6 bulan lalu
NVIDIA meluncurkan Spark, superkomputer AI personal yang membawa kemampuan AI tingkat data center ke rumah. Simak fitur dan spesifikasinya.

San Fransisco, Hedra.ID - Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Buds 4 dan Galaxy Buds 4 Pro bersamaan dengan Galaxy S26 Series. Seperti apa sih keunggulannya?
Bersamaan dengan peluncuran Galaxy S26 Series, Samsung juga memperkenalkan generasi terbaru perangkat audio nirkabel mereka, yaitu Samsung Galaxy Buds 4 dan Galaxy Buds 4 Pro. Kehadiran dua true wireless stereo (TWS) ini menunjukkan bahwa Samsung masih serius memperkuat ekosistem Galaxy, bukan hanya lewat smartphone, tetapi juga lewat perangkat pendukung yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.
Menariknya, sebelum merancang produk ini, Samsung mengaku lebih dulu melakukan survei internal kepada para penggunanya. Hasilnya cukup jelas: 58% responden menggunakan earbuds setiap hari, dan mayoritas menempatkan kualitas suara sebagai faktor paling penting saat memilih perangkat audio.
Temuan ini terasa sangat relevan dengan pola penggunaan saat ini. Earbuds kini bukan lagi sekadar aksesori tambahan untuk mendengarkan musik, tetapi sudah menjadi perangkat utama untuk meeting online, panggilan kerja, konsumsi konten, podcast, hingga hiburan sehari-hari. Di tengah gaya hidup yang semakin mobile, TWS pelan-pelan berubah menjadi perangkat esensial.
Salah satu perubahan paling terasa di Galaxy Buds 4 Series ada pada sisi desain. Samsung melakukan penyegaran yang cukup signifikan, terutama agar pengalaman penggunaan terasa lebih praktis dalam keseharian.
Case pengisian dayanya kini dirancang agar earbuds bisa berbaring rata (flat), sehingga lebih mudah diambil maupun disimpan. Samsung juga tetap mempertahankan elemen visual yang cukup khas, yaitu tutup transparan, yang kini sekaligus menampilkan desain internal perangkat yang sudah diperbarui.
Di bagian batang atau stem, Samsung kini memakai bentuk yang lebih pipih dengan sentuhan finishing brushed metal, memberi kesan lebih modern sekaligus premium. Area sentuh pada stem juga dirancang ulang agar lebih mudah dikenali saat disentuh, yang pada praktiknya penting untuk penggunaan cepat tanpa harus melihat perangkat.
Pengguna bisa melakukan kontrol melalui gesture pinch dan swipe untuk mengatur musik, panggilan, atau fungsi lainnya. Perubahan seperti ini mungkin terdengar kecil, tetapi justru paling terasa dalam penggunaan harian, terutama bagi mereka yang memakai earbuds berjam-jam setiap hari.
Untuk model tertinggi, Samsung Galaxy Buds 4 Pro membawa peningkatan yang lebih serius di sektor audio.
Samsung membekali varian ini dengan sistem speaker 2-way terbaru, lengkap dengan woofer dan tweeter yang disebut memiliki ukuran hampir 20% lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Tujuannya jelas: menghadirkan karakter suara yang lebih kaya, lebih bertenaga, dan lebih detail.
Tidak berhenti di situ, Galaxy Buds 4 Pro juga sudah mendukung audio Hi-Fi 24-bit 96kHz, sebuah fitur yang akan terasa menarik bagi pengguna yang memang peduli pada kualitas audio lebih tinggi, terutama saat mendengarkan musik dari layanan streaming yang mendukung kualitas lossless.
Di pasar seperti Indonesia, fitur ini mungkin belum menjadi kebutuhan semua orang. Namun untuk segmen pengguna premium, dukungan audio resolusi tinggi tetap menjadi nilai tambah yang membuat produk terasa lebih “serius”, bukan hanya sekadar TWS harian biasa.

Berbeda dari varian Pro, Galaxy Buds 4 reguler hadir dengan pendekatan yang sedikit berbeda lewat desain open-type.
Desain seperti ini biasanya terasa lebih ringan dan lebih nyaman dipakai lama, terutama untuk pengguna yang tidak terlalu menyukai sensasi earbud in-ear yang masuk rapat ke telinga. Pendekatan ini cocok untuk pemakaian santai, kerja, atau aktivitas harian yang membutuhkan kenyamanan jangka panjang.
Tentu ada komprominya. Karena menggunakan desain yang lebih terbuka, kemampuan Active Noise Cancellation (ANC) pada model ini secara alami tidak akan sekuat model in-ear tertutup.
Namun Samsung tampaknya mencoba menutup celah itu lewat fitur Enhanced Adaptive ANC yang sudah tersedia di kedua model. Fitur ini memungkinkan earbuds menyesuaikan cara meredam suara di sekitar pengguna berdasarkan situasi yang sedang berlangsung.
Artinya, suara tertentu seperti bising kendaraan bisa ditekan, sementara suara yang lebih penting seperti sirene atau suara darurat lain tetap bisa terdengar. Ini pendekatan yang terasa lebih realistis untuk penggunaan sehari-hari, karena tidak semua orang ingin sepenuhnya “terisolasi” dari lingkungan sekitar saat memakai earbuds.
Selain audio hiburan, Samsung juga tampaknya cukup serius memperhatikan kualitas komunikasi di Galaxy Buds 4 Series.
Kedua model sudah dibekali fitur Super Clear Call yang kini ditingkatkan lewat dukungan audio 16kHz dan sistem peredam kebisingan yang lebih kuat. Secara sederhana, ini berarti suara pengguna saat menelepon atau meeting online diharapkan tetap terdengar lebih jelas, bahkan ketika sedang berada di tempat ramai.
Fitur seperti ini justru sering kali lebih penting daripada sekadar kualitas bass atau treble. Karena bagi banyak pengguna, earbuds saat ini lebih sering dipakai untuk rapat, panggilan kerja, atau voice note dibanding hanya mendengarkan musik.
Seperti yang sudah bisa ditebak, Samsung Galaxy Buds 4 Series memang dirancang untuk bisa digunakan di berbagai perangkat Android dan iOS, tetapi pengalaman terbaiknya tetap ditujukan untuk pengguna smartphone Galaxy.
Samsung menyebut pengguna Galaxy bisa mengakses berbagai kontrol langsung lewat Quick Panel, tanpa perlu repot membuka aplikasi tambahan. Pengaturan seperti volume, mode ANC, hingga ambient sound bisa diakses lebih cepat dan terasa lebih seamless.
Ada juga beberapa fitur yang cukup menarik dari sisi pengalaman penggunaan, misalnya:
Fitur seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru memperlihatkan arah Samsung yang ingin membuat interaksi dengan perangkat terasa semakin natural dan minim sentuhan.
Selain itu, integrasi dengan Bixby juga memungkinkan pengguna mengontrol perangkat smart home lewat perintah suara. Samsung juga membekali Buds 4 Series dengan fitur Interpreter, yang dapat membantu menerjemahkan percakapan secara real-time dalam berbagai bahasa.
Di tengah dunia kerja yang semakin lintas negara dan serba mobile, fitur seperti ini punya potensi relevansi yang cukup besar—terutama untuk pengguna profesional yang sering berinteraksi dengan klien, partner, atau materi berbahasa asing.
Untuk pilihan warna, Galaxy Buds 4 tersedia dalam opsi Black dan White. Sementara itu, Galaxy Buds 4 Pro hadir dalam warna Black, White, dan varian Pink Gold yang disebut eksklusif untuk penjualan online.
Secara global, Samsung membanderol perangkat ini dengan harga:
Menariknya, banderol ini disebut tetap sama seperti generasi sebelumnya saat peluncuran pada 2024. Di tengah pasar TWS yang semakin padat dan kompetitif, keputusan Samsung untuk menjaga harga tetap stabil bisa dibaca sebagai upaya menjaga daya saing tanpa harus mengorbankan positioning premium mereka.
Untuk pasar Indonesia, pre-order Galaxy Buds 4 Series sudah dibuka dengan harga mulai dari Rp2 jutaan, dan perangkat akan tersedia mulai 11 Maret, bersamaan dengan kehadiran Galaxy S26 Series.
Kalau melihat arah pengembangannya,Galaxy Buds 4 dan Galaxy Buds 4 Pro jelas bukan hanya dibuat sebagai pelengkap smartphone flagship Samsung.
Samsung tampaknya ingin menjadikan lini Buds terbaru ini sebagai perangkat audio yang benar-benar relevan untuk kebutuhan modern: nyaman dipakai lama, mendukung panggilan yang lebih jernih, punya integrasi AI dan ekosistem yang lebih dalam, serta tetap menawarkan kualitas suara yang layak untuk hiburan.
Pada akhirnya, di pasar TWS yang kini sudah sangat ramai, diferensiasi tidak lagi hanya datang dari kualitas suara semata. Yang justru semakin penting adalah bagaimana perangkat itu terasa cocok dengan ritme penggunaan sehari-hari. Dan dari arah yang ditunjukkan Samsung tahun ini, Galaxy Buds 4 Series tampaknya memang dirancang ke sana.