- 8.8/10 (12 Reviews)

- sebulan lalu
Komisi Eropa merekomendasikan negara anggota EU mengecualikan Huawei dan ZTE dari infrastruktur telekomunikasi, di tengah aturan siber baru yang menyasar pemasok berisiko tinggi.

Hedra.ID, Jakarta - AGIBOT mulai memperkuat kehadirannya di Indonesia lewat AGIBOT Partner Conference 2026 Indonesia yang digelar di Jakarta bersama PT Denka Pratama Indonesia, Rabu (10/6/2026). Acara ini menjadi pintu masuk perusahaan ini untuk memperkenalkan teknologi embodied AI, robot humanoid, dan model Robot as a Service atau RaaS ke pasar lokal.
Dalam forum tersebut, AGIBOT dan Denka membahas penerapan robot berbasis AI untuk kebutuhan industri dan komersial. Fokusnya bukan hanya memperlihatkan robot sebagai teknologi pameran, tetapi juga membuka jalan agar robot bisa dipakai dalam skenario kerja yang lebih konkret.
Bagi perusahaan asal China ini, bagian yang paling relevan dari pengumuman ini adalah model RaaS (Robotics as a Service). Dengan skema sewa atau layanan, adopsi robotika tidak harus selalu dimulai dari pembelian perangkat dengan investasi besar di awal.
Model RaaS membuat teknologi robotika lebih mudah diuji oleh perusahaan yang belum siap membeli perangkat sendiri. Pendekatan seperti ini bisa menarik untuk kebutuhan pameran, layanan pelanggan, edukasi, keamanan, promosi, atau skenario operasional tertentu yang membutuhkan interaksi fisik dan otomatisasi.
Meski begitu, RaaS tidak otomatis membuat robot humanoid langsung cocok untuk semua bisnis. Perusahaan tetap perlu menilai biaya layanan, kesiapan proses kerja, kebutuhan teknis, dan apakah robot benar-benar menyelesaikan masalah yang ada.
AGIBOT menyebut embodied AI sudah masuk tahap yang lebih siap diterapkan. Abel Deng, President of Middle East and Asia Pacific Region AGIBOT, mengatakan perusahaan menghadirkan AI berwujud fisik yang siap diterapkan di Indonesia sehingga robot “tidak hanya dapat bergerak seperti manusia, namun juga bekerja layaknya manusia”.
Pernyataan itu menunjukkan arah yang ingin dibawa AGIBOT: robot tidak lagi diposisikan sebagai perangkat demonstrasi, tetapi sebagai alat kerja. Namun, untuk pasar Indonesia, pembuktiannya tetap ada pada implementasi.
AGIBOT menggandeng Denka Pratama Indonesia sebagai mitra strategis lokal. Peran mitra seperti ini penting karena adopsi robotika tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga distribusi, layanan, pelatihan, dukungan teknis, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
Dalam acara yang sama, PT Robotika Futuristik Indonesia atau Robotshow.id juga disebut menjadi official humanoid and robodog rental-leasing partner. Skema ini memberi sinyal bahwa fase awal kehadiran robot humanoid dan robodog AGIBOT di Indonesia kemungkinan akan banyak bergerak lewat penggunaan sewa, demo, aktivasi komersial, pameran teknologi, dan program edukasi.
Untuk pengguna umum, dampaknya mungkin belum langsung terasa seperti produk konsumer. Pasalnya, robot humanoid bukan barang yang akan segera menjadi perangkat rumah tangga massal.
Namun, kehadirannya bisa mulai terlihat di ruang publik, acara bisnis, kampanye merek, institusi pendidikan, atau lingkungan industri yang ingin mencoba otomatisasi berbasis robot.
AGIBOT juga memperkenalkan konsep XYZ Curve dan tujuh skenario produktivitas untuk penerapan robot. Detail ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin membawa robotika ke arah pemakaian yang lebih terstruktur, bukan sekadar demonstrasi kemampuan.
Masalahnya, industri robot humanoid masih berada dalam fase pembuktian di banyak pasar. Tantangan terbesarnya bukan hanya membuat robot bisa berjalan, berbicara, atau mengenali lingkungan, tetapi memastikan teknologi itu memberi manfaat yang sepadan dengan biaya dan kompleksitas operasionalnya.
Karena itu, kabar AGIBOT masuk Indonesia lebih disebut sebagai langkah awal pembentukan ekosistem, bukan bukti bahwa robot humanoid akan langsung menjadi umum di banyak sektor.
Hal berikutnya yang perlu dilihat adalah bentuk layanan yang benar-benar tersedia, sektor mana yang lebih dulu mengadopsi, serta seberapa jauh model RaaS mampu menurunkan hambatan bagi perusahaan yang ingin mencoba robot berbasis AI.