- 8.8/10 (12 Reviews)

- sebulan lalu
Kemensos mempercepat digitalisasi bansos dengan integrasi data lintas sektor untuk meningkatkan akurasi dan transparansi penyaluran bantuan di Indonesia.

Hedra.ID, California - Instagram mulai memberi pengguna kendali yang lebih besar atas isi feed utama mereka. Lewat fitur bernama Your Algorithm, pengguna kini dapat melihat topik apa saja yang dianggap menarik oleh sistem Instagram, lalu mengubahnya agar rekomendasi konten terasa lebih sesuai dengan minat pribadi.
Fitur ini diumumkan oleh pentolan Instagram, Adam Mosseri, melalui akun resminya, Rabu (10/6/2026). Ia menyebut Instagram kini membawa Your Algorithm ke feed utama, sehingga pengguna dapat melihat topik yang menurut Instagram mereka sukai dan menyesuaikannya di berbagai bagian utama aplikasi.
Langkah ini menjadi perubahan penting karena selama bertahun-tahun, algoritma media sosial kerap terasa seperti “kotak hitam”. Pengguna hanya bisa menebak mengapa sebuah konten muncul di beranda mereka, berdasarkan aktivitas seperti memberi like, menonton video sampai selesai, menyimpan unggahan, atau sering berinteraksi dengan akun tertentu.
Dengan Your Algorithm, Instagram mencoba membuat proses itu lebih terbuka. Pengguna tidak lagi hanya “ditebak” oleh sistem, tetapi bisa memberi sinyal langsung tentang topik apa yang ingin lebih sering dilihat atau dikurangi.
Secara sederhana, Your Algorithm bekerja sebagai pusat pengaturan minat. Instagram akan menampilkan daftar topik yang menurut sistem relevan dengan kebiasaan pengguna. Dari sana, pengguna bisa mengubah preferensi agar rekomendasi konten di feed utama, Reels, dan Explore lebih akurat.
Saat ini, fitur tersebut masih berfokus pada pengaturan berbasis topik. Namun, Instagram disebut tengah menyiapkan kemampuan yang lebih luas, termasuk permintaan berdasarkan orang, suasana atau “vibe”, jenis konten, dan kategori lain.
Artinya, ke depan pengguna mungkin tidak hanya bisa mengatakan “saya ingin lebih banyak konten teknologi” atau “kurangi konten olahraga tertentu”, tetapi juga memberi arahan yang lebih spesifik terhadap pengalaman mereka di Instagram.
Sebelumnya, fitur Your Algorithm sudah lebih dulu hadir untuk Reels dan kemudian diperluas ke Explore. Kini, dengan masuknya fitur tersebut ke feed utama, Instagram menjadikannya sebagai bagian yang lebih sentral dalam pengalaman pengguna sehari-hari.
Dalam pernyataannya, Mosseri menilai perubahan ini bukan sekadar penambahan fitur kecil. Menurutnya, memberi pengguna kemampuan untuk membentuk pengalaman mereka sendiri di Instagram adalah arah yang lebih besar bagi platform tersebut.
“Ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar dari sebuah fitur,” kata Mosseri. Selain itu, dia juga menekankan bahwa pengguna seharusnya memiliki kendali yang bermakna atas produk yang mereka gunakan dalam waktu lama.
Pernyataan itu menarik karena Instagram selama ini sangat bergantung pada sistem rekomendasi. Di satu sisi, algoritma membuat pengguna lebih mudah menemukan konten baru. Namun di sisi lain, tidak sedikit pengguna merasa feed mereka terlalu dikendalikan oleh sistem, bahkan kadang dipenuhi konten yang tidak lagi mereka anggap relevan.
Dengan fitur baru ini, Instagram tampaknya ingin mencari titik tengah: algoritma tetap bekerja, tetapi pengguna diberi ruang lebih besar untuk mengarahkannya.
Bagi pengguna biasa, Your Algorithm bisa membantu membersihkan feed dari konten yang terasa repetitif atau tidak sesuai minat. Misalnya, seseorang yang sempat sering menonton konten otomotif karena penasaran sesaat, tetapi kemudian tidak ingin feed-nya terus dipenuhi konten serupa.
Bagi kreator konten dan brand, perubahan ini juga penting. Jika pengguna makin aktif mengatur topik yang mereka minati, maka konten yang terlalu generik kemungkinan akan makin sulit bersaing. Kreator perlu lebih jelas menentukan niche, konsisten dalam tema, dan membuat konten yang benar-benar relevan bagi audiens.
Ini juga bisa memengaruhi strategi media sosial di Indonesia. Akun media, UMKM, brand teknologi, hingga kreator edukasi perlu semakin memahami bahwa distribusi konten tidak hanya bergantung pada jumlah pengikut, tetapi juga pada seberapa kuat konten mereka cocok dengan minat pengguna.
Meski memberi kendali lebih besar, fitur ini tetap tidak bisa dilepaskan dari isu privasi. Instagram dan platform Meta lain bekerja dengan data perilaku pengguna, baik dari interaksi di dalam aplikasi maupun, dalam beberapa konteks, aktivitas dari layanan lain yang terhubung dengan ekosistem Meta.
Di Indonesia, isu ini menjadi makin penting setelah UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi berlaku penuh. Regulasi tersebut mengatur hak subjek data pribadi, pemrosesan data, kewajiban pengendali data pribadi, hingga sanksi terkait pelindungan data.
Karena itu, fitur seperti Your Algorithm sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai alat personalisasi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa pengguna perlu lebih aktif mengelola jejak digitalnya. Semakin sering pengguna memberi sinyal kepada platform, semakin akurat pula sistem memahami minat mereka.
Kehadiran Your Algorithm di feed utama menandai babak baru dalam cara Instagram memperlakukan rekomendasi konten. Algoritma tidak lagi sepenuhnya bekerja dari balik layar. Pengguna mulai diberi kesempatan untuk mengatakan secara langsung: konten seperti apa yang ingin mereka lihat.
Bagi Instagram, ini bisa menjadi cara untuk menjaga pengguna tetap betah. Bagi pengguna, ini menjadi kesempatan untuk membuat feed lebih sehat, relevan, dan tidak sekadar mengikuti arus rekomendasi otomatis.
Namun, kendali itu tetap perlu digunakan dengan sadar. Karena pada akhirnya, feed yang muncul di layar bukan hanya cermin dari algoritma Instagram, tetapi juga cermin dari pilihan digital kita sendiri.