- 8.8/10 (12 Reviews)

- 12 hari lalu
IMAX 70mm bisa layak dibayar lebih mahal daripada IMAX digital, tetapi hanya untuk film dan bioskop yang benar-benar memanfaatkan format tersebut.

Hedra.ID, California - Disney mengambil langkah baru dalam merangkul budaya konten buatan penggemar. Perusahaan hiburan tersebut bekerja sama dengan TikTok agar kreator terpilih dapat membuat video pendek menggunakan materi resmi dari berbagai film dan serial milik Disney.
Materi yang tersedia akan berasal dari ratusan judul di bawah merek Disney, termasuk Marvel, Pixar, Star Wars, dan FX. Video buatan kreator nantinya tidak hanya ditayangkan di TikTok, tetapi juga berpeluang muncul di layanan streaming Disney+.
Melalui keterangan di situs resminya, Kamis (6/8/2026), Disney dan TikTok menyebut kolaborasi ini sebagai kesepakatan berbagi konten video pendek global pertama antara TikTok dan perusahaan media tradisional. Namun, program tersebut akan diuji terlebih dahulu di Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang sebelum diperluas ke pasar lain.
Melalui program ini, TikTok akan menyediakan aset resmi yang berkaitan dengan ratusan film dan serial Disney. Kreator dapat memanfaatkan adegan, karakter, atau momen tertentu untuk membuat video pendek yang terinspirasi dari berbagai waralaba populer.
Namun, kesepakatan tersebut bukan berarti seluruh pengguna TikTok bebas mengambil potongan film Disney dari sumber apa pun. Akses akan diberikan kepada kreator yang mengikuti program, sedangkan video yang masuk ke Disney+ akan melalui proses kurasi.
Disney dan TikTok juga belum menjelaskan secara terperinci mengenai batas durasi materi yang boleh digunakan, daftar lengkap karakter yang tersedia, aturan monetisasi, ataupun mekanisme perlindungan hak cipta bagi kreator.
Karena itu, kreator tetap perlu memperhatikan ketentuan program. Penggunaan karakter Marvel, Star Wars, Pixar, atau Disney di luar materi dan mekanisme yang disediakan tidak otomatis memperoleh perlindungan dari klaim hak cipta.
Konten dari kreator yang memilih bergabung akan tersedia di TikTok dan kanal video vertikal Disney+ bernama Verts yang merupakan fitur video pendek dalam aplikasi Disney+ yang tampil menyerupai TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts. Pengguna dapat menggeser layar secara vertikal untuk melihat cuplikan film, serial, dan konten lain dari katalog Disney.
Disney meluncurkan Verts untuk pelanggan di Amerika Serikat pada Maret 2026. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menemukan tayangan baru, memasukkan judul ke daftar tontonan, atau langsung membuka film dan serial yang muncul di video pendek.
Kolaborasi terbaru ini akan membawa konten buatan pengguna ke dalam Verts untuk pertama kalinya. Sebelumnya, umpan tersebut lebih banyak berisi adegan dan materi promosi yang disiapkan oleh Disney.
Konten TikTok yang masuk ke Disney+ akan diperbarui secara berkala. Disney berharap langkah tersebut dapat membuat pelanggan lebih sering berinteraksi dengan waralaba yang mereka sukai sekaligus menemukan film atau serial yang belum pernah ditonton.
Disney dan TikTok juga membentuk Disney Creator Ambassador Program. Program bertingkat tersebut akan memberikan sejumlah manfaat kepada kreator terpilih, termasuk peningkatan visibilitas, akses ke acara eksklusif, dan jalur pengembangan karier.
Belum diketahui berapa banyak kreator yang akan dipilih atau persyaratan yang harus dipenuhi. Namun, program ini memperlihatkan bahwa Disney tidak hanya memandang kreator sebagai saluran promosi, tetapi juga sebagai sumber talenta dan cara baru mengembangkan komunitas penggemar.
“Storyteller terbaik berawal dari fans berat,” kata Chief Marketing and Brand Officer The Walt Disney Company, Asad Ayaz.
Menurut Ayaz, penggemar kini merayakan cerita Disney dengan cara yang berbeda. Kolaborasi dengan TikTok diharapkan menjadi jembatan antara cerita yang diproduksi Disney dan kreativitas yang muncul dari komunitas penggemarnya.
Sementara itu, Global Head of Entertainment TikTok, Dawn Yang, juga mengatakan kreativitas pengguna dapat memperpanjang kehidupan sebuah film atau serial melalui percakapan yang terus ditemukan dan dibagikan oleh penggemar.
“Bersama Disney, kami membawa ekspresi autentik komunitas kreator TikTok ke Disney+,” ujar Yang.
Kesepakatan ini menunjukkan perubahan cara perusahaan hiburan besar menghadapi konten buatan penggemar. Pasalnya, selama bertahun-tahun, pemilik film dan karakter populer cenderung sangat berhati-hati terhadap penggunaan kekayaan intelektual mereka di media sosial.
Video yang menggunakan adegan film, musik, atau karakter tanpa izin dapat dihapus karena dianggap melanggar hak cipta. Namun, video reaksi, parodi, ulasan, cosplay, penyuntingan ulang adegan, dan teori penggemar kini menjadi bagian penting dari cara sebuah film ditemukan oleh penonton.
Data internal TikTok menunjukkan rata-rata 6,5 juta unggahan mengenai film dan televisi dibagikan setiap hari sepanjang 2025. Hampir separuh responden dalam survei TikTok dan Ipsos juga mengatakan mereka menonton film atau serial setelah menemukan konten terkait di TikTok.
Dengan menyediakan materi resmi, Disney dapat mengarahkan aktivitas tersebut ke dalam ekosistem yang lebih terkendali. Kreator memperoleh bahan yang legal dan berkualitas, sementara Disney mendapatkan promosi organik dari komunitas penggemar.
Pastinya, keberhasilan program ini akan bergantung pada beberapa hal, termasuk kebebasan kreatif yang diberikan, kejelasan aturan hak cipta, peluang monetisasi, kualitas kurasi, serta ketersediaannya di luar Amerika Serikat.
Jika dapat dijalankan secara seimbang, kolaborasi ini berpotensi menjadi model baru hubungan antara studio besar, platform media sosial, dan komunitas kreator.