- 8.8/10 (12 Reviews)

- 16 hari lalu
RUU Hak Cipta berpotensi mengubah relasi kreator dan platform AI melalui aturan lisensi, transparansi data, kompensasi, dan perlindungan karya.

Hedra.ID, Kyoto - Nintendo mencatat kinerja yang cukup menarik pada kuartal pertama tahun fiskal yang berakhir Maret 2027. Meski penjualan perusahaan turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, laba operasional justru melonjak lebih dari dua kali lipat.
Seperti diberitakan Reuters, Jumat (7/8/2026), untuk periode April–Juni 2026, Nintendo membukukan laba operasional sebesar 142,6 miliar yen, naik 150,5% dibandingkan 56,9 miliar yen atau sekitar Rp16,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, pendapatan atau net sales Nintendo turun 9,5% menjadi 517,8 miliar yen, atau sekitar Rp58,6 triliun. Pada kuartal yang sama tahun lalu, perusahaan mencatat penjualan sebesar 572,3 miliar yen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pendapatan yang lebih besar tidak selalu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Kali ini, kombinasi penjualan software, pendapatan dari kekayaan intelektual, serta pengembalian tarif impor membantu Nintendo meningkatkan margin bisnisnya secara signifikan.
Penurunan penjualan perlu dilihat dalam konteks yang tepat. Kuartal April–Juni 2025 merupakan periode yang sangat tidak biasa bagi Nintendo karena Switch 2 mulai dijual secara global pada 5 Juni 2025.
Peluncuran konsol generasi baru tersebut langsung mendorong penjualan perusahaan melonjak 132,1% menjadi 572,3 miliar yen. Dengan kata lain, Nintendo saat ini sedang dibandingkan dengan periode peluncuran produk besar.
Nintendo Switch 2 terjual 3,82 juta unit sepanjang April–Juni 2026. Jumlah tersebut memang lebih rendah dibandingkan periode awal peluncurannya, tetapi masih menunjukkan permintaan yang cukup kuat memasuki tahun kedua konsol tersebut.
Hingga akhir Maret 2026, Switch 2 telah membukukan penjualan kumulatif 19,86 juta unit di seluruh dunia. Jika ditambahkan dengan penjualan kuartal terbaru, basis perangkatnya kini telah berada di atas 23 juta unit.
Nintendo tetap mempertahankan target penjualan 16,5 juta unit Switch 2 untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027.
Salah satu faktor yang membantu meningkatkan profitabilitas adalah penjualan software. Berbeda dengan perangkat keras yang membutuhkan biaya produksi, komponen, distribusi, dan logistik besar, game umumnya menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
Permintaan terhadap sejumlah gim Nintendo tetap kuat sepanjang kuartal. Tomodachi Life: Living the Dream dan Pokémon Pokopia menjadi dua judul yang memberikan kontribusi penting terhadap penjualan software.
bahkan mencatat penjualan awal yang cukup besar. Nintendo sebelumnya melaporkan gim tersebut telah terjual sekitar 3,85 juta kopi hanya dalam dua minggu pertama setelah diluncurkan pada April 2026. Selain itu, juga berhasil membantu mendorong permintaan Switch 2 sejak diluncurkan pada Maret.
Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa sebelumnya mengatakan bahwa keberadaan software yang ingin dimainkan konsumen merupakan salah satu faktor terpenting dalam mendorong adopsi konsol.
Nintendo menyiapkan sejumlah judul baru untuk mempertahankan momentum Switch 2, termasuk Splatoon Raiders serta proyek baru dari waralaba Pokémon dan beberapa seri besar lainnya.
Laba Bersih Naik Menjadi Rp16,7 Triliun
Nintendo mencatat laba bersih sekitar 147,4 miliar yen pada April–Juni 2026, naik 53,5% dibandingkan 96 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilainya setara dengan sekitar Rp16,7 triliun berdasarkan kurs saat ini. Pendapatan dari bisnis kekayaan intelektual juga berkembang pesat.
Kesuksesan The Super Mario Galaxy Movie ikut mendorong pendapatan terkait intellectual property Nintendo. Film tersebut dilaporkan telah menghasilkan lebih dari US$1 miliar secara global sejak tayang pada April 2026.
Baca juga: Studi: 'The Legend of Zelda: Breath of the Wild' Bikin Gamer Lebih Tahan dari Rasa Kesepian
Pendapatan bisnis IP Nintendo kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 34,8 miliar yen pada kuartal tersebut. Ini menunjukkan semakin pentingnya bisnis di luar penjualan konsol.
Nintendo dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan telah memperluas waralabanya melalui film, merchandise, taman hiburan, toko resmi, aplikasi, dan berbagai bentuk lisensi. Strateginya membuat Mario, Zelda, Pokémon, Animal Crossing, dan karakter Nintendo lainnya tidak lagi hanya menghasilkan uang ketika perusahaan menjual konsol atau game baru.
.