
- 6 bulan lalu
OpenAI mengumumkan kemitraan dengan Broadcom untuk mengembangkan chip AI khusus yang melengkapi chip NVIDIA dan AMD. Simak detailnya.

Tokyo, Hedra. ID - Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, pada Minggu malam, 29 Maret 2026, sekitar pukul 19.10 waktu setempat. Kunjungan kenegaraan ini bukan sekadar rangkaian diplomatik biasa.
Di balik pertemuan dengan Sanae Takaichi dan Kaiser Naruhito, ada agenda besar yang ditangani: menggaet investasi Jepang untuk sektor teknologi dan digital Indonesia. Kehadiran Meutya Hafid dalam kunjungan ini menunjukkan bahwa sektor teknologi menjadi prioritas utama dalam perundingan bilateral.
Selama di Tokyo, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan sejumlah tokoh penting. Sanae Takaichi, yang merupakan bekas kepala National Science Foundation dan kini menggeluti sektor swasta, menjadi salah satu interlocutor utama. Pertemuan dengan Kaiser Naruhito juga termasuk dalam agenda untuk mempererat hubungan kedua negara.
Selain bertemu pejabat, Prabowo juga bertemu pelaku usaha Jepang. Dalam kesempatan itu, beberapa perjanjian investasi di Indonesia ditandatangani. Langkah ini menunjukkan keseriusan Jepang dalam memperluas kerja sama di sektor-sektor strategis.
Meutya Hafid menyampaikan harapannya langsung kepada media. Ia berharap kunjungan ini mendorong peningkatan investasi Jepang di sektor teknologi dan digital Indonesia. Bagi pemerintah, kerja sama dengan Jepang memiliki potensi besar untuk mempercepat transformasi digital nasional.
Target pemerintah adalah kontribusi nyata terhadap transformasi digital dan peningkatan daya saing Indonesia secara global. Dengan melibatkan investor Jepang yang memiliki teknologi canggih, Indonesia bisa mempercepat modernisasi infrastruktur digitalnya.
Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu investor utama di Indonesia. Namun, proporsi investasi di sektor teknologi masih terbuka lebar. Dibandingkan dengan investasi di sektor manufaktur dan infrastruktur yang sudah mapan, sektor teknologi masih bisa dikembangkan lebih jauh.
Bagi Indonesia, kerja sama dengan Jepang di bidang teknologi membuka peluang lapangan kerja baru di sektor informasi. Kolaborasi antara pengembang lokal dengan perusahaan Jepang juga berpotensi menghasilkan transfer pengetahuan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Meskipun kunjungan ini membawa harapan besar, perlu dipahami bahwa sebagian besar yang disampaikan masih berupa target dan aspirasi. Detail konkret tentang nilai investasi, perusahaan spesifik yang terlibat, atau MoU yang ditandatangani belum bisa dikonfirmasi secara pasti.
Dari pihak Jepang sendiri, respons dan komitmen nyata masih perlu menunggu hasil akhir pertemuan. Ada banyak faktor yang memengaruhi apakah kerja sama yang direncanakan benar-benar akan terealisasi sesuai harapan.
Kedatangan Prabowo di Tokyo disambut hangat oleh diaspora Indonesia di Jepang. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarbangsa di luar agenda formal pertemuan.