- 8.8/10 (12 Reviews)

- 13 hari lalu
Samsung resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, akan segera dihentikan. Aplikasi yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu identitas khas ponsel Galaxy

Hedra.ID, Jakarta - Transformasi AI di smartphone tidak lagi eksklusif untuk perangkat terbaru. Samsung resmi memperluas fitur Galaxy AI ke perangkat generasi sebelumnya melalui pembaruan One UI 8.5.
Artinya, pengguna seri seperti Galaxy S24 hingga lini yang lebih baru kini bisa menikmati fitur berbasis kecerdasan buatan tanpa harus mengganti perangkat.
Langkah ini menjadi strategi menarik di tengah persaingan industri smartphone yang semakin mengarah ke integrasi AI sebagai nilai utama.
Selama ini, fitur AI canggih umumnya menjadi daya tarik utama perangkat flagship terbaru. Namun Samsung memilih pendekatan berbeda:mendistribusikan inovasi melalui software update.
Melalui One UI 8.5, fitur yang sebelumnya eksklusif di lini terbaru kini hadir lebih luas. Ini membuka akses bagi jutaan pengguna, termasuk di Indonesia, yang menjadi salah satu pasar terbesar Samsung di Asia Tenggara.
Sebagai konteks, laporan pasar menunjukkan Samsung masih konsisten menjadi salah satu pemain utama smartphone di Indonesia, dengan basis pengguna yang besar di segmen flagship dan mid-range.
Salah satu fitur yang paling menarik adalah Photo Assist, yang memanfaatkan teknologi generative AI. Dengan fitur ini, pengguna bisa:
Semua dilakukan hanya dengan perintah teks. Pendekatan ini menandai perubahan besar dalam cara pengguna berinteraksi dengan perangkat, dari sekadar “mengedit manual” menjadi “memberi instruksi ke AI”.
Selain itu, Samsung juga memperbarui asisten virtualnya, Bixby, dengan integrasi teknologi AI yang lebih canggih, termasuk kemampuan untuk memberikan jawaban berbasis informasi real-time.Dengan pendekatan ini, Bixby tidak lagi sekadar asisten untuk perintah dasar, tetapi mulai bergerak ke arah AI companion, mirip dengan tren global yang dikembangkan oleh berbagai perusahaan teknologi.
Langkah membuka fitur AI ke perangkat lama bukan tanpa alasan. Samsung menargetkan lebih dari 100 juta pengguna Galaxy AI dalam waktu dekat.
Strateginya jelas, tidak hanya mengandalkan penjualan perangkat baru, tetapi juga mengaktifkan fitur AI di basis pengguna yang sudah ada. Pendekatan ini membuat adopsi teknologi AI bisa berlangsung lebih cepat dan merata.
Bagi pengguna di Indonesia, langkah ini cukup signifikan. Dengan harga smartphone flagship yang relatif tinggi, tidak semua pengguna bisa rutin upgrade perangkat.
Dengan adanya update seperti ini, fitur AI premium menjadi lebih inklusif—tidak lagi terbatas pada pengguna perangkat terbaru.
Selain itu, meningkatnya penggunaan AI di smartphone juga sejalan dengan tren digital di Indonesia, di mana aktivitas seperti fotografi, konten kreator, dan media sosial menjadi bagian dari keseharian.