- 8.8/10 (12 Reviews)

- 4 hari lalu
Google tengah menguji lazy loading untuk video dan audio di Chrome. Fitur ini berpotensi membuat website lebih ringan dan lebih cepat dibuka di desktop maupun mobile.

Hedra.ID, Jakarta - POCO X8 Pro Series resmi hadir di Indonesia untuk pengguna yang mencari smartphone dengan performa tinggi, baterai besar, dan fitur lengkap di kelasnya. Seri ini sudah tersedia secara resmi dalam periode first sale mulai 4 hingga 25 April 2026. Informasi produk dan spesifikasi dalam artikel ini mengacu pada materi peluncuran yang Anda berikan
Melalui lini terbarunya ini, POCO menghadirkan beberapa varian sekaligus, mulai dari POCO X8 Pro Max, POCO X8 Pro, hingga POCO X8 Pro Iron Man Edition. Seluruh model tersebut dirancang untuk pengguna yang membutuhkan smartphone serba cepat, baik untuk gaming, multitasking, hiburan, hingga produktivitas harian.
Menurut POCO Indonesia, seri ini membawa semangat “Extreme Performance, Extreme Value”, dengan kombinasi performa kelas flagship dan desain yang tampil lebih premium.
Kehadiran POCO X8 Pro Series juga datang di momentum yang tepat. Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, dengan 230 juta pengguna internet dan 331 juta koneksi seluler aktif pada akhir 2025. Artinya, kebutuhan terhadap smartphone bertenaga untuk bermain game, streaming, dan aktivitas mobile-first semakin besar.
Dari sisi ekosistem, pasar smartphone Indonesia juga masih sangat didominasi Android. Data Statcounter menunjukkan Android menguasai sekitar 85,23% pangsa sistem operasi mobile di Indonesia per Februari 2026. Kondisi ini membuat persaingan di segmen smartphone performa tinggi menjadi semakin menarik, terutama untuk brand yang menyasar pengguna muda dan gamer.
Sorotan utama dari seri ini ada pada POCO X8 Pro Max, yang disebut sebagai smartphone pertama di dunia yang menggunakan chipset terbaru Dimensity 9500s. Chip ini dibangun dengan fabrikasi 3nm, sehingga menjanjikan kombinasi performa tinggi dan efisiensi daya yang lebih baik. Berdasarkan klaim perusahaan, perangkat ini mencatat skor AnTuTu 3.085.998.

Untuk menunjang performanya, POCO juga membekali perangkat ini dengan RAM LPDDR5X 9600Mbps dan penyimpanan UFS 4.1, yang secara teori mampu menghadirkan respons cepat saat membuka aplikasi, berpindah tugas, hingga menjalankan game berat.
Di sisi lain, POCO X8 Pro hadir sebagai opsi yang lebih efisien namun tetap agresif di sektor performa. Smartphone ini mengandalkan Dimensity 8500-Ultra, yang diklaim membawa peningkatan performa GPU hingga 25% dengan konsumsi daya yang tetap efisien. Menariknya, kedua model ini juga sudah mendukung hardware-level ray tracing, fitur yang biasanya menjadi daya tarik utama untuk pengalaman gaming dengan visual yang lebih realistis.
POCO tampaknya paham bahwa performa bukan hanya soal chipset, tetapi juga soal kestabilan saat dipakai lama. Karena itu, seri ini dibekali fitur WildBoost Optimization, yang bekerja untuk memprediksi kebutuhan komputasi secara cerdas agar performa tetap stabil dan frame rate tidak mudah turun saat bermain game intens.
Sistem pendinginnya juga dibuat cukup serius. POCO X8 Pro Max menggunakan POCO 3D IceLoop Cooling System seluas 5.800mm², sementara POCO X8 Pro dibekali POCO 3D Dual-layer IceLoop seluas 5.300mm².
Bagi pasar Indonesia, aspek seperti ini sangat relevan. Selain kultur mobile gaming yang kuat, faktor suhu lingkungan dan durasi penggunaan yang panjang membuat manajemen panas jadi salah satu elemen penting saat memilih smartphone performa tinggi.
Salah satu fitur yang paling berpotensi menarik perhatian pengguna Indonesia ada di sektor baterai. POCO X8 Pro Max dibekali baterai 8.500mAh berbasis silicon-carbon, yang diklaim sebagai baterai terbesar yang pernah dibawa smartphone POCO. POCO menyebut kapasitas ini cukup untuk penggunaan hingga dua hari dalam sekali pengisian.
Yang menarik, POCO juga mengklaim kesehatan baterainya tetap berada di atas 80% setelah 1.600 siklus pengisian, atau setara pemakaian reguler selama sekitar enam tahun.
Untuk varian POCO X8 Pro, kapasitas baterainya tetap besar di angka 6.500mAh, namun dalam bodi yang diklaim tetap ringkas. Seluruh lini ini juga sudah didukung 100W HyperCharge dan 27W reverse charging, sehingga tidak hanya cepat saat diisi, tetapi juga bisa difungsikan untuk mengisi daya perangkat lain.
Di Indonesia, tren smartphone dengan baterai jumbo memang semakin diminati. Hal ini sejalan dengan tingginya penggunaan perangkat untuk hiburan, komunikasi, kerja mobile, dan konsumsi konten sepanjang hari.
Untuk urusan visual, POCO membekali seri ini dengan layar yang cukup agresif di atas kertas. POCO X8 Pro Max hadir dengan panel 6,83 inci, sedangkan POCO X8 Pro menggunakan layar 6,59 inci.
Keduanya diklaim mampu mencapai peak brightness hingga 3.500 nits, yang akan sangat membantu saat dipakai di bawah cahaya matahari terang. Ini jadi poin penting bagi pengguna Indonesia yang sering menggunakan smartphone di luar ruangan.
Layar ini juga didukung 3840Hz PWM dimming dan sertifikasi TÜV Rheinland, yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan mata saat penggunaan jangka panjang. Sementara pada model Pro Max, sistem keamanannya diperkuat dengan sensor ultrasonic fingerprint yang diklaim lebih cepat dan presisi.
Untuk sektor audio, POCO X8 Pro Max dibekali dual 1115F symmetrical speakers, lengkap dengan dukungan Hi-Res Audio dan Dolby Atmos. Ada juga fitur 400% volume boost, yang bisa terasa berguna untuk penggunaan di ruang terbuka atau lingkungan yang cukup bising.
Secara desain, POCO X8 Pro Series juga terlihat mencoba naik kelas.POCO X8 Pro Max hadir dengan metal frame dan fiberglass back, sedangkan POCO X8 Pro menggunakan material glass back. Keduanya membawa elemen desain bertema balap pada area kamera, yang dipadukan dengan Dynamic RGB Light untuk efek notifikasi dan pencahayaan interaktif saat bermain game atau memutar musik.
Buat pengguna yang ingin tampil lebih beda, POCO juga menghadirkan POCO X8 Pro Iron Man Edition, hasil kolaborasi dengan Marvel.
Kolaborasi POCO dengan Marvel kembali hadir lewat POCO X8 Pro Iron Man Edition, yang tampil dengan nuansa futuristik khas Tony Stark.
Edisi spesial ini menggunakan bodi hitam dengan aksen emas, serta desain lampu flash kamera yang dibuat menyerupai Arc Reactor. Lampu ini juga berfungsi sebagai indikator notifikasi maupun aktivitas gaming.
Tidak hanya berbeda dari sisi fisik, POCO juga memberikan sentuhan khusus pada sisi perangkat lunak. Pengguna akan menemukan wallpaper dinamis, ikon aplikasi kustom, hingga animasi booting bertema Iron Man saat perangkat dinyalakan.
Untuk pasar Indonesia, strategi kolaborasi seperti ini biasanya cukup efektif, terutama di kalangan pengguna muda yang tidak hanya membeli smartphone berdasarkan spesifikasi, tetapi juga identitas visual dan unsur koleksi.
Meski positioning utamanya kuat di performa dan gaming, POCO tetap memberi perhatian pada sektor kamera. POCO X8 Pro Max menggunakan sensor 50MP Light Fusion 600 OIS, sedangkan POCO X8 Pro dibekali 50MP Sony IMX882 OIS.
POCO juga menyematkan sejumlah fitur kreatif seperti UltraSnap, Dynamic Shots, dan AI Creativity Assistant, yang ditujukan untuk mempermudah pengambilan gambar objek bergerak maupun proses editing cepat langsung dari perangkat.
Seri ini juga sudah berjalan di atas Xiaomi HyperOS 3, yang membawa sejumlah fitur integrasi seperti Xiaomi HyperConnect, Xiaomi HyperIsland, Google Gemini, dan Circle to Search.
Menariknya, ada juga fitur Xiaomi Offline Communication, yang diklaim memungkinkan panggilan suara tetap berjalan meski tanpa jaringan seluler. Jika implementasinya berjalan baik di lapangan, fitur seperti ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri untuk penggunaan di area dengan sinyal yang tidak stabil.
Untuk pasar Indonesia, POCO X8 Pro Series dijual mulai dari kisaran Rp4 jutaan, dengan berbagai penawaran khusus selama masa penjualan perdana.
Dengan kombinasi chipset kelas atas, baterai besar, layar cerah, sistem pendingin serius, dan desain yang lebih berani, seri ini terlihat jelas ditujukan untuk pengguna yang ingin smartphone kencang tanpa harus masuk ke rentang harga flagship ultra-premium.
Di tengah pasar Indonesia yang semakin digital dan semakin mobile-first, perangkat seperti POCO X8 Pro Series punya peluang besar untuk menarik perhatian , terutama di kalangan gamer, content consumer, dan pengguna aktif yang membutuhkan performa tinggi setiap hari.