- 8.8/10 (12 Reviews)

- sebulan lalu
Paket Telkomsel–CapCut Standard Rp68.000 menawarkan langganan 30 hari dan kuota 1,5 GB. Simak siapa yang benar-benar bisa menghemat lewat bundel ini.

Hedra.ID, Florida - Florida Space Coast selama bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas peluncuran roket paling sibuk di dunia. Namun, dalam beberapa bulan ke depan suasananya diperkirakan jauh lebih tenang setelah SpaceX memutuskan menghentikan peluncuran rutin satelit Starlink menggunakan Falcon 9 dari Florida.
Perubahan ini bukan karena SpaceX mengurangi ambisinya di luar angkasa. Justru sebaliknya. Perusahaan ini sedang mempersiapkan transisi menuju Starship, roket generasi baru yang nantinya diharapkan mengambil alih sebagian besar misi Starlink dari Florida.
Kiko Dontchev, Vice President of Launch SpaceX, mengatakan peluncuran Starlink berikutnya dari Florida akan menggunakan Starship. “Mulai sekarang, misi Starlink dari Florida akan diterbangkan menggunakan Starship,” ujarnya seperti dilansir Reuters, Selasa (26/8/2026).
Sementara menunggu Starship siap beroperasi dari Florida, misi Starlink menggunakan Falcon 9 akan lebih banyak diterbangkan dari Vandenberg Space Force Base di California.
Akibatnya, aktivitas peluncuran dari Cape Canaveral Space Force Station dan Kennedy Space Center dapat turun dari sekitar delapan atau sembilan misi per bulan menjadi hanya sekitar dua misi per bulan untuk sisa 2026, dan kemungkinan berlangsung lebih lama jika Starship mengalami penundaan. Adapun dua fasilitas tersebut terletak berdampingan dan menggunakan Eastern Range yang sama, sehingga secara operasional sering dipandang sebagai satu kawasan spaceport besar.
Data Space Launch Delta 45 menunjukkan kawasan tersebut menangani 109 operasi peluncuran sepanjang 2025. Hingga pertengahan Agustus 2026, jumlah operasi yang tercatat mencapai 51. Penurunan ini terasa signifikan karena dalam beberapa tahun terakhir pemandangan Falcon 9 lepas landas dari pantai Florida sudah menjadi aktivitas yang sangat rutin.
Florida bahkan menjadi spaceport dengan aktivitas peluncuran tertinggi dunia selama sekitar satu dekade. Berdasarkan catatan Reuters, terakhir kali kawasan tersebut tidak memimpin jumlah peluncuran global adalah pada 2015.
Pengurangan aktivitas bukan berarti Falcon 9 berhenti terbang dari Florida. SpaceX masih akan menggunakan Falcon 9 dan Falcon Heavy untuk membawa payload milik pelanggan, termasuk NASA, pemerintah Amerika Serikat, serta perusahaan komersial. Perbedaannya adalah Falcon 9 dari Florida tidak lagi digunakan secara rutin untuk mengirim kumpulan satelit Starlink.
SpaceX telah menjalankan sekitar 260 misi Starlink menggunakan Falcon 9 dari Florida. Misi terbaru juga menjadi pencapaian penting karena booster yang digunakan menyelesaikan penerbangan ke-37, sebuah rekor baru untuk tahap pertama Falcon 9.
Peluncuran berikutnya dari kawasan Florida dijadwalkan menggunakan Falcon Heavy untuk membawa Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA. Setelah itu, Falcon 9 akan kembali digunakan untuk membawa kru ke International Space Station. Jadi, yang menghilang sementara adalah frekuensi tinggi peluncuran Starlink, bukan seluruh aktivitas SpaceX.
Alasannya berkaitan dengan skala. Falcon 9 selama ini menjadi tulang punggung pembangunan jaringan Starlink. Roket tersebut memungkinkan SpaceX mengirim puluhan satelit sekaligus dan menggunakan kembali tahap pertamanya berkali-kali.
Namun, generasi Starlink berikutnya jauh lebih besar dan berat. Starship dirancang untuk membawa hingga sekitar 60 satelit Starlink V3 dalam satu misi. Satelit generasi tersebut menawarkan kapasitas yang lebih besar dibandingkan Starlink V2 yang selama ini diterbangkan dengan Falcon 9.
Jika Starship berhasil mencapai tingkat penggunaan ulang dan frekuensi penerbangan yang diinginkan SpaceX, perusahaan dapat mengirim kapasitas jaringan jauh lebih besar dalam setiap peluncuran.
Dalam jangka panjang, SpaceX memang berencana mengurangi ketergantungan terhadap Falcon 9. Roket tersebut diperkirakan tetap digunakan untuk sejumlah kontrak pemerintah dan misi khusus, tetapi Starship diarahkan menjadi kendaraan utama perusahaan.
Masalahnya, Starship belum siap menggantikan Falcon 9 dari Florida dalam waktu dekat. SpaceX menargetkan Starship dan booster Super Heavy mulai diluncurkan dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center sebelum akhir 2026. Namun, pembangunan dan persiapan infrastrukturnya masih berlangsung.
Debut operasional Starship dari Kennedy Space Center pada pertengahan 2027 disebut lebih realistis dibandingkan target akhir tahun ini. Artinya, Florida dapat mengalami masa transisi beberapa bulan ketika peluncuran Falcon 9 berkurang, sementara Starship belum siap mengambil alih.
Sementara itu, SpaceX akan terus meluncurkan Starlink melalui Vandenberg di California. Pada 2026, perusahaan bahkan sudah beberapa kali menjalankan misi Falcon 9 dari pantai barat dengan frekuensi tinggi.
Menariknya, perlambatan ini terjadi ketika pemerintah Amerika Serikat justru mempersiapkan peningkatan aktivitas peluncuran yang sangat besar dalam jangka panjang.
Dokumen perencanaan U.S. Space Force memperkirakan aktivitas di Cape Canaveral dapat meningkat dari sekitar 110 peluncuran pada 2025 menjadi lebih dari 1.200 operasi per tahun pada 2036 dalam skenario pertumbuhan paling agresif.
Proyeksi tersebut tentu bukan jaminan jumlah peluncuran yang benar-benar akan terjadi. Namun, angka itu menunjukkan bahwa tantangan jangka panjang kawasan Florida justru bukan kekurangan peluncuran, melainkan bagaimana infrastrukturnya mampu menghadapi pertumbuhan aktivitas roket yang semakin tinggi.
Starship menjadi bagian besar dari rencana tersebut karena mampu membawa muatan jauh lebih banyak dibandingkan Falcon 9. Dengan kata lain, periode sepi yang terjadi sekarang lebih tepat dilihat sebagai jeda sebelum perubahan skala operasi.