- 8.8/10 (12 Reviews)

- 29 hari lalu
Paket Telkomsel–CapCut Standard Rp68.000 menawarkan langganan 30 hari dan kuota 1,5 GB. Simak siapa yang benar-benar bisa menghemat lewat bundel ini.

Hedra.ID, California - Watermark yang ada di bayangan kebanyakan orang adalah berupa logo tipis di atas gambar, tulisan transparan, atau tanda tertentu yang menempel pada sebuah dokumen. Watermark teks yang disiapkan Anthropic untuk Claude tidak bekerja seperti itu.
Tidak ada karakter rahasia yang disisipkan di sela-sela kata. Tidak ada simbol khusus yang akan muncul ketika teks disalin ke aplikasi lain. Jejaknya justru terbentuk saat Claude menyusun jawaban, melalui pola dalam pilihan kata yang diambil model.
Karena itu, watermark ini tidak bisa dicari hanya dengan memeriksa apakah sebuah teks memiliki tanda mencurigakan. Yang diperiksa bukan satu karakter atau satu kata tertentu, melainkan pola statistik dari banyak keputusan kecil sepanjang teks.
Model bahasa menghasilkan teks sedikit demi sedikit. Pada setiap langkah, ada sejumlah kata atau token yang mungkin menjadi kelanjutan dari bagian sebelumnya, masing-masing dengan tingkat kemungkinan yang berbeda.
Kadang hanya ada satu pilihan yang jelas paling tepat. Namun, ada juga bagian ketika beberapa pilihan sama-sama masuk akal dan tidak banyak mengubah arti kalimat.
Anthropic menyebut situasi seperti ini sebagai pilihan dengan konsekuensi rendah. Ruang semacam itulah yang dapat digunakan untuk membentuk watermark.
Claude tetap memilih kata dari kemungkinan yang memang tersedia. Perbedaannya, sumber keacakan yang ikut menentukan pilihan tersebut diatur menggunakan sebuah kunci. Ketika proses ini berulang cukup banyak dalam teks, keputusan-keputusan tadi membentuk pola yang kemudian bisa diperiksa dengan kunci yang sesuai.
Anthropic menggunakan versi pendekatan SynthID-Text yang dikembangkan Google DeepMind. Sistem tersebut memanfaatkan proses pemilihan token saat teks dihasilkan untuk membentuk sinyal statistik yang tidak terlihat oleh pembaca.
Artinya, watermark tidak bekerja dengan menaruh kode tersembunyi di dalam dokumen. Semua kata yang terlihat tetap kata biasa. Penandanya baru muncul ketika rangkaian pilihan tersebut dilihat sebagai sebuah pola.
Itu juga sebabnya tidak ada daftar kata sederhana yang bisa dipakai untuk menentukan bahwa sebuah teks “ditulis Claude”. Satu atau dua kata tidak cukup. Sistem membutuhkan pola dari sejumlah keputusan yang terjadi sepanjang teks.
Cara kerja itu membawa batas yang penting. Watermark Claude tidak dirancang sebagai alat yang bisa memastikan secara mutlak siapa penulis sebuah teks.
Menurut Anthropic, pemeriksaan menggunakan kunci watermark pada dasarnya menilai seberapa besar kemungkinan Claude terlibat dalam pembuatan teks tersebut. Hasil semacam ini berbeda dari kesimpulan bahwa seluruh teks pasti dibuat Claude dari awal sampai akhir.
Bayangkan seseorang menulis sebuah dokumen sendiri, lalu meminta Claude mengeditnya cukup banyak. Sebagian kata baru bisa berasal dari keputusan Claude dan ikut membawa pola watermark.
Dari pola itu saja, sistem tidak selalu dapat membedakan secara sempurna antara teks yang seluruhnya dibuat Claude dan tulisan manusia yang kemudian mengalami penyuntingan besar oleh Claude. Sebaliknya, jika Claude hanya memperbaiki beberapa tanda baca atau kesalahan tata bahasa, ruang untuk membentuk pola jauh lebih sedikit karena sebagian besar kata tetap berasal dari pengguna.
Panjang teks juga ikut menentukan. Sampel yang pendek menyediakan lebih sedikit keputusan pemilihan kata yang bisa membentuk pola. Anthropic mengatakan tingkat keyakinan deteksi dapat meningkat ketika teks yang diperiksa lebih panjang.
Teks yang sangat faktual menghadirkan batas serupa. Jika hanya ada satu jawaban yang tepat, model punya lebih sedikit kebebasan memilih kata alternatif tanpa berisiko mengurangi akurasi.
Pada kode, ruang pilihannya juga dapat menyempit karena banyak bagian harus mengikuti sintaks atau istilah tertentu agar tetap berfungsi. Watermark lebih mungkin mendapat ruang pada bagian yang bahasanya lebih bebas, seperti komentar, daripada pada potongan kode yang menuntut keluaran spesifik.
Karena watermark melekat pada pola kata, memindahkan teks dari satu aplikasi ke aplikasi lain tidak otomatis menghilangkannya. Menyalin teks tidak dengan sendirinya mengubah keputusan kata yang membentuk pola tersebut.
Namun, bukan berarti watermark tidak bisa berubah. Anthropic menyatakan penyuntingan ringan kemungkinan tidak langsung menghapus seluruh pola. Sebaliknya, penulisan ulang yang mengganti banyak kata dapat membuat watermark semakin sulit dideteksi karena keputusan yang sebelumnya membentuk pola ikut berubah.
Dokumentasi SynthID-Text dari Google menjelaskan batas yang sejalan. Beberapa perubahan ringan masih dapat ditoleransi, sementara penulisan ulang besar atau penerjemahan dapat menurunkan tingkat keyakinan detektor.
Di sinilah sifat probabilistik watermark menjadi penting. Terdeteksinya pola dapat menjadi petunjuk bahwa model tertentu terlibat dalam pembuatan atau pengolahan teks. Sebaliknya, tidak ditemukannya watermark juga tidak otomatis membuktikan bahwa sebuah tulisan sepenuhnya dibuat manusia.
Anthropic juga mengatakan watermark tersebut tidak menyimpan identitas pengguna, organisasi, maupun percakapan tertentu. Fungsinya adalah membantu mengenali kemungkinan keterlibatan Claude dalam sebuah teks, bukan melacak siapa yang meminta teks itu dibuat.
Anthropic menerapkan pendekatan ini sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan transparansi AI di Uni Eropa. Perusahaan mengatakan model Claude mendatang akan memakai watermark tersebut, sementara dukungan untuk model yang diluncurkan sebelum 2 Agustus 2026 masih berada dalam masa transisi.
Jadi, istilah “watermark teks” memang sedikit menyesatkan jika dibayangkan seperti cap pada gambar. Tidak ada tanda yang bisa dilihat langsung dan tidak ada karakter rahasia yang tinggal dicari.
Yang tertinggal adalah pola statistik dari banyak pilihan kecil ketika model menyusun kalimat. Pola itu dapat membantu menunjukkan kemungkinan keterlibatan Claude, tetapi tidak mengubah watermark menjadi stempel mutlak tentang siapa penulis teks atau dari mana setiap kalimat di dalamnya berasal.