
- 16 hari lalu
Google tengah menguji lazy loading untuk video dan audio di Chrome. Fitur ini berpotensi membuat website lebih ringan dan lebih cepat dibuka di desktop maupun mobile.

Hedra.ID, China - DeepSeek diam-diam mengubah haluan besar dalam strategi AI-nya. Model terbaru V4 tidak akan berjalan di chip Amerika. Sebagai gantinya, DeepSeek memilih Huawei Technologies sebagai mitra utamanya, dan Alibaba Group, ByteDance, serta Tencent Holdings sudah lebih dulu bergerak memesan ratusan ribu unit chip Huawei yang belum dirilis.
Pergeseran ini menandai sesuatu yang belum pernah terjadi di industri AI. Biasanya, perusahaan pengembang model AI bekerja sama erat dengan Nvidia dan produsen chip Amerika lainnya untuk mengoptimalkan performanya. DeepSeek justru mengambil arah sebaliknya. Mereka bahkan tidak memberikan akses awal kepada Nvidia untuk mengoptimalkan model flagship mereka yang akan datang.
DeepSeek bekerja sama langsung dengan Huawei dan perancang chip China lainnya, Cambricon Technologies, untuk menulis ulang kode dasar model V4. Ini bukan sekadar porting atau adaptasi, melainkan pengembangan ulang yang dirancang sejak awal untuk berjalan optimal di hardware China.
Selain varian standar V4, DeepSeek juga tengah mengembangkan dua varian lainnya. Masing-masing dioptimalkan untuk kapabilitas berbeda, namun semuanya memiliki kesamaan: berjalan di chip China, bukan chip Amerika. Ini menunjukkan komitmen strategis yang jelas untuk membangun ekosistem AI yang sepenuhnya mandiri dari Amerika.
Langkah DeepSeek datang di tengah ketegangan teknologi yang terus memanas antara Washington dan Beijing. Perusahaan AI China tampaknya bereaksi terhadap sanksi dan pembatasan yang diberlakukan pemerintahan sebelumnya, dengan membangun infrastruktur yang tidak bergantung pada teknologi Amerika.
Jika chip Nvidia dan AMD tidak bisa digunakan atau aksesnya dibatasi, maka solusi terbaik adalah membangun alternatif sendiri. Pilihan DeepSeek menunjukkan bahwa ekosistem AI China semakin matang dan mulai mandiri dari komponen Amerika.
Pesan-pesan dari model V3 dan R1 yang dirilis tahun lalu masih segar di ingatan investor global. Ketika DeepSeek memperkenalkan model-model tersebut, penjualan besar-besaran terjadi di saham-saham teknologi Amerika. Pasar mulai mempertanyakan apakah perusahaan AI Amerika benar-benar perlu menghabiskan miliaran dolar untuk daya komputasi, atau apakah ada pendekatan yang lebih efisien.
Model V4 bakal memperjelas apakah DeepSeek konsisten dengan pendekatan yang lebih hemat biaya namun tetap andal. Jika performanya menandingi atau melampaui model yang berjalan di chip Amerika, ini akan memvalidasi argumen bahwa investasi hardware jumbo tidak selalu menghasilkan output yang setara.
CEO , , secara terbuka menyebut kolaborasi antara dan sebagai skenario yang “sangat tidak menguntungkan” bagi Amerika Serikat.
Dalam sebuah podcast teknologi terbaru, Huang menyoroti risiko jika model AI masa depan dikembangkan di luar ekosistem teknologi Amerika. Menurutnya, apabila standar dan infrastruktur AI global mulai mengarah ke teknologi China, keseimbangan kekuatan di industri ini bisa berubah secara signifikan.
Menurutnya, ketersediaan energi dalam jumlah besar dapat menjadi kompensasi atas keterbatasan chip. “Ketika Anda memiliki energi yang melimpah, hal itu bisa menutupi kekurangan dari sisi hardware,” ujarnya.
Huang menambahkan bahwa sekitar 50% peneliti AI dunia berada di China, yang membuat negara tersebut memiliki kapasitas besar dalam mengembangkan algoritma secara mandiri. Keterbatasan komputasi justru mendorong efisiensi.
“Karena terbatas dari sisi compute, mereka terdorong menciptakan algoritma yang sangat cerdas,” ungkapnya seperti dikutip Hedra.ID dari South China Morning Post, Senin (20/4/2026).