- 8.8/10 (12 Reviews)

- 9 hari lalu
Google tengah menguji lazy loading untuk video dan audio di Chrome. Fitur ini berpotensi membuat website lebih ringan dan lebih cepat dibuka di desktop maupun mobile.

Hedra.ID, Seoul - Sebuah bocoran mengungkapkan lokasi dan tanggal peluncuran Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8. Kapan dan di manakah?
Menurut laporan terbaru yang dikutip dari SamMobile, Selasa 14/4/2026), Samsung disebut bakal menggelar Galaxy Unpacked berikutnya di London, Inggris, pada 22 Juli 2026. Jika rumor ini akurat, panggung tersebut akan menjadi tempat debut Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan satu model baru yang sementara dirumorkan sebagai Galaxy Z Fold Wide.
Meskipun begitu, hingga kini Samsung sendiri belum mengumumkan detail resminya, jadi semua informasi ini masih berada di level bocoran. Jadi bisa dibilang laporan tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya.
Selama ini, Samsung cukup identik dengan peluncuran ponsel lipat di Korea Selatan atau Amerika Serikat. Karena itu, London langsung terasa seperti pilihan yang berbeda dari pola biasanya.
Informasi yang dilansir Korea Economic TV menyebutkan kota ini punya posisi penting bagi Samsung sebagai basis bisnis di wilayah Inggris dan Eropa. Sementara itu, tanggal 22 Juli 2026 juga terbilang sedikit lebih mundur dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai pembanding, Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 diperkenalkan pada awal Juli 2025, sehingga ada jeda sekitar dua pekan lebih lambat untuk generasi berikutnya. Hingga sekarang, belum ada penjelasan resmi soal alasan pergeseran jadwal itu.
Salah satu rumor paling menarik datang dari model baru yang disebut Galaxy Z Fold Wide. Perangkat ini dikabarkan hadir dengan rasio layar 4:3 yang lebih lebar, sehingga pengalaman saat dibuka disebut akan terasa lebih mirip tablet kecil.
Bocoran yang sama juga menyebut dukungan S Pen, sesuatu yang cukup menarik karena Samsung sebelumnya sempat mengorbankan fitur stylus demi desain yang lebih tipis pada generasi Fold terbaru.
Masih dari sumber yang sama, Galaxy Z Fold Wide bahkan disebut bisa punya bodi 0,5 mm lebih tipis dari iPhone lipat yang masih dirumorkan. Klaim ini jelas terdengar agresif, apalagi Apple sendiri belum meluncurkan iPhone Fold secara resmi.
Karena itu, bagian ini paling aman dibaca sebagai sinyal bahwa Samsung sedang menyiapkan produk untuk mengunci pasar foldable premium sebelum rivalnya masuk lebih jauh.
Rumor lain yang cukup penting adalah soal layar. Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold Wide disebut akan memakai panel OLED lipat dengan bekas lipatan yang makin minim terlihat. Seperti diketahui, Samsung Display memang telah memamerkan panel semacam ini di CES 2026, sehingga ada indikasi bahwa teknologi tersebut sedang dipersiapkan untuk perangkat komersial berikutnya.
Kalau benar dipakai di produk final, ini bisa menjadi salah satu upgrade paling terasa. Soalnya, salah satu kritik yang paling sering diarahkan ke ponsel lipat adalah garis lipatan di tengah layar yang masih terlihat saat digunakan dalam sudut tertentu.
Membuat crease makin samar berarti Samsung sedang mencoba membawa foldable semakin dekat ke pengalaman smartphone premium biasa, tanpa kompromi visual yang terlalu mengganggu. Jika ini terjadi, berarti akan terwujud upgrade besar-besaran di lini layar pada perangkat Galaxy Fold dan Flip.
Hanya saja, sampai sekarang, belum ada kepastian apakah Galaxy Z Fold 8 juga akan kembali mendukung S Pen, atau justru fitur itu eksklusif untuk varian Wide Fold. Rumor yang beredar juga menyebut Fold8 bakal membawa baterai lebih besar dan pengisian daya lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, walau detail kapasitas dan watt-nya belum terungkap.
Buat pasar Indonesia, kabar ini cukup relevan karena posisi Samsung di sini masih sangat kuat. Berdasarkan data StatCounter yang dirangkum GoodStats, Samsung memimpin pangsa pasar smartphone Indonesia sepanjang 2025 dengan 16,78%, unggul tipis atas Oppo yang berada di angka 16,4%. Artinya, ketika Samsung meluncurkan perangkat lipat baru, perhatian pasar lokal hampir pasti ikut besar, terutama di segmen premium.
Dari sisi ekosistem digital, basis pengguna juga makin matang. APJII mencatat platform survei internet 2025 mereka telah dirilis, sementara data APJII sebelumnya menunjukkan pengguna internet Indonesia sudah mencapai 221,56 juta orang dengan tingkat penetrasi 79,5% pada 2024.Angka ini memberi gambaran bahwa pasar gadget premium di Indonesia tumbuh di atas fondasi pengguna internet yang sangat besar dan makin aktif.
Dalam konteks itu, ponsel lipat memang masih niche, tetapi tidak lagi sekadar produk pamer teknologi. Untuk kalangan profesional, kreator konten, dan pengguna yang mengutamakan multitasking, lini Fold makin punya alasan fungsional, terutama jika Samsung benar-benar berhasil menghadirkan layar lebih mulus, bodi lebih tipis, dan mungkin kembalinya stylus.
Jika seluruh rumor ini terbukti benar, maka Galaxy Unpacked 2026 bisa menjadi salah satu peluncuran foldable Samsung yang paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya karena ada Fold8 dan Flip8, tetapi juga kemungkinan hadirnya model baru dengan pendekatan yang lebih agresif ke produktivitas dan desain.
Untuk saat ini, yang paling penting dicatat adalah statusnya masih sebatas bocoran. Namun satu hal sudah terlihat jelas: Samsung tampaknya ingin memastikan bahwa saat persaingan ponsel lipat makin panas, mereka tetap jadi pemain yang paling siap menyambutnya.