
- 6 bulan lalu
Jensen Huang, CEO NVIDIA, ungkap kebenaran tentang perlombaan AI antara AS dan Tiongkok serta dampak kebijakan Trump. Simak pernyataannya.

California, Hedra.ID - Google tengah menguji perluasan fitur lazy loading di browser Chrome, kali ini tidak hanya untuk gambar dan iframe, tetapi juga untuk elemen video dan audio. Jika nantinya resmi dirilis, perubahan ini berpotensi membuat halaman web terasa lebih ringan dan lebih cepat digunakan, terutama saat pertama kali dibuka.
Bagi pengguna, istilah lazy loading mungkin tidak terlalu familiar. Namun secara sederhana, konsep ini sebenarnya cukup mudah dipahami: browser tidak langsung memuat semua elemen berat di sebuah halaman sejak awal. Sebaliknya, konten tertentu akan ditunda proses pemuatannya sampai benar-benar dibutuhkan.
Lazy loading bukan teknologi baru. Prinsip dasarnya adalah menunda pemuatan elemen-elemen berat di sebuah halaman, agar bagian yang lebih penting dan lebih ringan bisa muncul lebih dulu.
Dengan cara ini, pengguna tidak perlu menunggu semua isi halaman selesai dimuat untuk mulai membaca, mengklik, atau berinteraksi. Pengalaman membuka website pun terasa lebih cepat dan responsif.
Pendekatan seperti ini sudah lama menjadi salah satu teknik optimasi performa web, terutama untuk situs yang punya banyak gambar, embed, atau konten multimedia.
Seperti dikutip Hedra.ID dari PC World, Jumat (3/4/2026), sejak 2019, browser Chrome dan browser lain yang berbasis Chromium sebenarnya sudah mendukung lazy loading untuk gambar (images) dan iframe.
Artinya, elemen-elemen tersebut tidak langsung dimuat saat halaman pertama kali dibuka. Browser baru akan mulai memprosesnya ketika pengguna scroll mendekati posisi konten tersebut.
Pendekatan ini cukup efektif untuk menghemat bandwidth, mempercepat waktu muat awal halaman, dan mengurangi beban perangkat, terutama di koneksi internet yang tidak selalu stabil atau pada perangkat dengan spesifikasi terbatas.
Yang baru, Google kini disebut sedang menguji agar mekanisme serupa juga berlaku untuk elemen video dan audio yang ditanam langsung melalui tag HTML.
Dengan kata lain, file multimedia seperti video atau audio nantinya tidak akan langsung dimuat sejak awal jika posisinya masih jauh dari area yang sedang dilihat pengguna.
Meski elemen video dan audio memang tidak selalu muncul sesering gambar di kebanyakan situs modern, keberadaannya tetap cukup penting di banyak konteks, mulai dari portal berita, blog, situs edukasi, hingga halaman produk dan landing page.
Jika implementasi ini berjalan mulus, website yang memiliki banyak konten multimedia berpotensi mendapatkan peningkatan performa yang cukup terasa.
Perubahan seperti ini mungkin terdengar teknis, tetapi dampaknya sebenarnya sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari pengguna internet.
Saat sebuah halaman terlalu banyak memuat elemen berat sejak awal, yang sering terjadi adalah loading terasa lambat, scroll kurang mulus, dan pengguna harus menunggu lebih lama sebelum bisa berinteraksi.
Dengan lazy loading untuk video dan audio, browser bisa lebih fokus memprioritaskan konten utama yang langsung terlihat di layar terlebih dahulu. Hasilnya, halaman terasa lebih cepat “siap dipakai”, meski sebenarnya masih ada elemen lain yang belum dimuat di belakang layar.
Bagi pemilik situs dan developer, ini juga bisa menjadi kabar baik karena membantu meningkatkan efisiensi performa tanpa harus membangun solusi optimasi yang terlalu rumit dari nol.
Google disebut sedang menyiapkan perubahan ini untuk Chrome 148, baik di desktop maupun mobile.
Karena fitur ini juga sudah mulai dikomit ke basis kode Chromium, kemungkinan besar dukungan serupa nantinya tidak hanya hadir di Chrome, tetapi juga merambah ke browser lain yang menggunakan mesin yang sama, seperti Microsoft Edge dan browser berbasis Chromium lainnya.
Kalau tidak ada hambatan berarti dalam fase pengujian, langkah ini bisa menjadi peningkatan kecil yang berdampak cukup besar bagi performa web modern, terutama di era ketika halaman website semakin dipenuhi elemen visual dan multimedia.
Dalam beberapa tahun terakhir, browser modern memang semakin banyak mengambil peran dalam mengoptimalkan pengalaman web secara otomatis. Lazy loading adalah salah satu contohnya.
Dengan memperluas dukungan ke video dan audio, Google tampaknya ingin memastikan bahwa web tetap terasa cepat, ringan, dan efisien, bahkan ketika kontennya makin kaya dan kompleks.
Bagi pengguna biasa, mungkin perubahan ini tidak akan terlalu terlihat secara teknis. Tapi dalam praktiknya, halaman yang lebih cepat dimuat hampir selalu berarti pengalaman yang lebih nyaman.