- 8.8/10 (12 Reviews)

- 21 hari lalu
Rancangan AI Kill Switch Act menggeser regulasi AI menuju kendali operasional, dari pembatasan akses hingga penghentian sistem dalam kondisi darurat.

Hedra.ID, Canberra - Meta mengklaim telah menonaktifkan sekitar 756 ribu akun Facebook dan Instagram di Australia yang dinilai milik pengguna berusia di bawah 16 tahun. Angka terbaru itu menunjukkan skala penegakan yang dilakukan perusahaan ini setelah Australia menerapkan pembatasan usia untuk akun media sosial pada akhir 2025.
Adapun data Meta mencakup periode 1 Desember 2025 hingga 30 Juni 2026, di mana Reuters merinci sekitar 462 ribu akun Instagram dan 294 ribu akun Facebook telah dinonaktifkan selama periode tersebut. Meta sendiri menyebut secara keseluruhan lebih dari 750 ribu akun telah kehilangan akses.
Jumlah itu meningkat dibandingkan laporan Meta pada awal penerapan aturan. Hingga Januari, perusahaan mengatakan telah menonaktifkan sekitar 331 ribu akun Instagram dan 173 ribu akun Facebook. Dengan penegakan yang masih berjalan, Meta memperkirakan jumlah akun yang terdampak belum berhenti pada angka saat ini.
“Penegakan aturan sedang berlangsung, dan jumlah ini akan terus meningkat," kata Meta dalam pernyataannya di situs resminya, Rabu (12/8/2026).
Langkah Meta berkaitan dengan aturan Social Media Minimum Age Australia yang mulai berlaku pada 10 Desember 2025. Aturan tersebut mewajibkan platform media sosial yang masuk dalam cakupan regulasi mengambil langkah yang wajar untuk mencegah warga Australia berusia di bawah 16 tahun membuat atau mempertahankan akun. Facebook dan Instagram termasuk platform yang dicakup oleh aturan tersebut.
Kewajiban itu berada pada perusahaan platform, bukan pada anak atau orang tua mereka. eSafety Commissioner Australia juga menekankan bahwa regulasi tersebut tidak semata-mata dinilai dari apakah masih ada pengguna di bawah umur yang berhasil memiliki akun. Regulator harus menilai apakah platform sudah menerapkan sistem dan proses yang memadai untuk memenuhi kewajibannya.
Karena itu, angka 756 ribu akun yang dinonaktifkan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pembatasan usia telah berjalan sepenuhnya efektif. Angka tersebut juga tidak berarti ada tepat 756 ribu anak berbeda yang telah dikeluarkan dari Facebook dan Instagram. Yang dihitung adalah jumlah akun yang menurut penilaian Meta terkait dengan pengguna di bawah batas usia.
Reuters melaporkan data pemerintah Australia dan sejumlah studi independen menunjukkan lebih dari delapan dari sepuluh pengguna di bawah 16 tahun masih menggunakan media sosial dalam tiga bulan pertama penerapan aturan. Tidak ada platform lain yang, pada saat laporanditerbitkan, merilis data kepatuhan dengan rentang waktu yang sama persis seperti Meta.
Salah satu tantangan utama dalam penerapan aturan adalah menentukan usia seseorang di internet. Meta mengatakan proses tersebut tidak dilakukan melalui satu pemeriksaan saja.
Perusahaan menggunakan sistem berbasis AI untuk membaca berbagai sinyal pada akun. Sistem tersebut menganalisis profil, unggahan, komentar, bio, hingga caption untuk mencari petunjuk yang dapat menunjukkan bahwa pemilik akun kemungkinan berusia di bawah 16 tahun. Unggahan mengenai ulang tahun atau penyebutan tingkat sekolah menjadi beberapa contoh sinyal yang disebut Meta.
Laporan tentang akun yang diduga dimiliki pengguna di bawah umur juga diproses dengan bantuan AI. Meta mengklaim pendekatan tersebut dapat meningkatkan akurasi dan mempercepat penyelesaian laporan dibandingkan pemeriksaan manusia saja. Karena klaim mengenai peningkatan akurasi berasal dari Meta, perusahaan belum memberikan dalam pernyataan tersebut data pembanding rinci untuk mengukur peningkatan itu secara independen.
Meta juga mengatakan telah memperkuat sistem untuk mendeteksi dan mencegah pembuatan akun baru setelah akun sebelumnya dicabut aksesnya. Di Apple App Store Australia, perusahaan turut mengubah rating usia aplikasinya menjadi 16+.
Di sisi lain, Meta masih mendorong pendekatan yang berbeda untuk verifikasi usia. Perusahaan berpendapat platform saat ini tidak menggunakan metode yang konsisten dan mengusulkan adanya satu sinyal usia yang dapat diberikan melalui sistem operasi atau toko aplikasi.
Dengan model tersebut, menurut Meta, usia dapat diverifikasi ketika perangkat disiapkan atau aplikasi diunduh, alih-alih pengguna harus melalui pemeriksaan berulang di banyak aplikasi. Itu merupakan posisi Meta mengenai desain sistem verifikasi usia, bukan ketentuan yang saat ini diwajibkan Australia.