
- 16 hari lalu
Putusan MK melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet, tetapi tidak otomatis menjadikan semua paket memakai skema rollover yang sama.

Hedra.ID, Beijing - Xiaomi resmi memperkenalkan Redmi K100 Pro dan Redmi K100 Pro Max di China. Dua model baru dari lini K100 Pro itu membawa layar AMOLED dengan refresh rate hingga 185Hz, kamera utama 200MP, chipset Snapdragon kelas atas, serta baterai berkapasitas besar yang pada model Pro Max mencapai 9.070mAh.
Berdasarkan informasi yang dilansir situs resmi Xiaomi, Selasa (11/8/2026), Redmi K100 Pro menjadi model yang lebih ringkas dengan layar AMOLED 6,59 inci beresolusi 2.510 x 1.156 piksel. K100 Pro Max menggunakan panel 6,9 inci dengan resolusi 2.608 x 1.200 piksel. Keduanya mendukung refresh rate hingga 185Hz, sehingga Xiaomi menempatkan kemampuan layar sebagai salah satu pembeda utama seri ini.
Perbedaan penting lain terdapat pada chipset. Redmi K100 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 V Series, sedangkan K100 Pro Max dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi penuh. Kedua perangkat juga memiliki chip grafis D2 terpisah, RAM LPDDR5X hingga 16GB, serta penyimpanan berbasis UFS 4.1.
K100 Pro menggunakan bodi yang lebih kecil dengan dimensi sekitar 157,49 x 75,25 x 8,55 mm dan bobot sekitar 218 gram. K100 Pro Max berukuran sekitar 163,49 x 77,94 x 8,45 mm dengan bobot 238 gram. Dengan kata lain, versi Max tidak hanya mendapat layar lebih besar, tetapi juga membawa baterai dan konfigurasi kamera yang lebih tinggi dengan konsekuensi bobot tambahan.
Di sektor fotografi, kedua ponsel mengandalkan kamera utama 200MP dengan optical image stabilization atau OIS. Redmi K100 Pro melengkapinya dengan kamera telefoto 50MP dan ultrawide 8MP. Sementara K100 Pro Max menggunakan kamera telefoto periskop 50MP dengan zoom optik 5x dan kamera ultrawide 50MP. Kamera depan pada kedua model memiliki resolusi 32MP.
Perbedaan spesifikasi kamera tersebut membuat K100 Pro Max memiliki susunan kamera yang lebih lengkap di atas kertas. Namun, angka resolusi maupun kemampuan zoom yang diumumkan produsen belum dengan sendirinya menunjukkan kualitas foto dalam penggunaan nyata karena performanya juga bergantung pada sensor, optik, pemrosesan gambar, dan kondisi pemotretan.
Kapasitas baterai menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dari seri ini. Redmi K100 Pro menggunakan baterai 8.580mAh, sedangkan K100 Pro Max meningkat menjadi 9.070mAh. Xiaomi sebelumnya juga mengonfirmasi dukungan pengisian kabel 100W dan pengisian nirkabel 50W untuk seri tersebut.
Selain mengisi baterainya sendiri, kedua ponsel mendukung reverse charging melalui kabel hingga 27W serta reverse wireless charging hingga 22,5W. Angka kapasitas baterai yang besar itu tetap perlu dipisahkan dari klaim ketahanan penggunaan karena durasi aktual akan dipengaruhi layar, jaringan, aplikasi, temperatur, dan pola pemakaian.
Redmi K100 Pro dan Pro Max juga dilaporkan membawa pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar serta sertifikasi perlindungan IP66, IP68, dan IP69 terhadap debu dan air. Model K100 Pro Max mendapat sistem audio 2.1-channel dengan penyetelan Sound by Bose, melanjutkan fokus Redmi pada speaker terintegrasi di model Max.
Untuk perangkat lunak, keduanya menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16 saat diluncurkan di China.
Situs resmi Xiaomi China saat ini mencantumkan Redmi K100 Pro dengan harga mulai 3.699 yuan, sedangkan Redmi K100 Pro Max mulai 4.199 yuan. Harga tersebut merupakan harga pada periode penjualan awal.
Laporan Beijing Business, Rabu (12/8/2026), menyebut harga dasar sebelum potongan peluncuran masing-masing adalah 3.999 yuan dan 4.499 yuan, dengan diskon 300 yuan pada varian dasar selama periode awal penjualan.
K100 Pro Max juga tersedia hingga konfigurasi 16GB RAM dan penyimpanan 1TB yang dilaporkan dibanderol 5.999 yuan atau sekitar Rp15 jutaan. Laporan yang sama menyebut varian 1TB tersebut dipasarkan dalam jumlah terbatas di China.
Untuk saat ini, Redmi K100 Pro dan K100 Pro Max masih dipasarkan untuk China. Per hari ini, keduanya belum tercantum dalam daftar ponsel resmi Xiaomi Indonesia, sehingga belum ada harga maupun jadwal penjualan resmi untuk pasar Indonesia.