- 8.8/10 (12 Reviews)

- 3 bulan lalu
Beijing mulai membatasi ekspor teknologi canggih ke Amerika Serikat. Kali ini sasarannya adalah industri panel surya

Hedra.ID, Jakarta - TikTok mengonfirmasi telah melakukan PHK di Indonesia. Hanya saja perusahaan belum membuka jumlah karyawan yang terdampak maupun unit bisnis yang terkena pemangkasan.
Konfirmasi itu muncul setelah platform komunitas teknologi Ecommurz menyebut ByteDance, induk TikTok, melakukan pemangkasan besar terhadap tenaga kerja Tokopedia. TikTok tidak mengomentari angka yang beredar tersebut, sehingga klaim itu belum bisa diperlakukan sebagai fakta terkonfirmasi.
Dalam pernyataan yang dikirim kepada Tech in Asia dan dimuat ulang oleh People Matters, Kamis (2/7/2026), TikTok menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan penyelarasan organisasi riset dan pengembangan. “Kami menyelaraskan organisasi R&D kami,” kata TikTok, dengan fokus pada area yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Perusahaan juga menyatakan keputusan itu tidak mudah. Menurut TikTok, fokus mereka saat ini adalah mendukung karyawan yang terdampak selama masa transisi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa TikTok menempatkan PHK ini sebagai bagian dari penataan organisasi, bukan sebagai penjelasan rinci tentang kondisi tiap unit di Indonesia. Karena itu, informasi yang sudah pasti untuk pasar Indonesia masih terbatas pada adanya PHK dan alasan umum perusahaan terkait penyelarasan R&D.
Kabar ini juga datang setelah TikTok Shop Indonesia dan Tokopedia resmi digabung di bawah PT Tokopedia pada 2024. Dalam transaksi tersebut, TikTok menjadi pemegang saham pengendali, sementara GoTo tetap memiliki kepemilikan non-pengendali. Sebelumnya, TikTok juga menyatakan komitmen investasi lebih dari US$1,5 miliar secara bertahap untuk mendukung entitas gabungan itu.
Restrukturisasi TikTok tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Dublin, perusahaan dilaporkan mempertimbangkan pemangkasan sekitar 300 posisi di pusat operasinya di Eropa. Bloomberg News, seperti dikutip The Edge Malaysia menyebut rencana itu terutama berkaitan dengan tim layanan data AI dan operasional.
Untuk rencana di Dublin, juru bicara TikTok mengatakan perusahaan sedang mengkaji reorganisasi untuk “memperkuat model operasi global” di area trust and safety. Sebagian karyawan yang posisinya berisiko disebut akan ditawarkan peran lain, tetapi restrukturisasi itu tetap diperkirakan berujung pada pengurangan jumlah karyawan secara bersih.
Meski sama-sama berada dalam konteks penataan organisasi global, kasus Dublin tidak otomatis menjelaskan PHK di Indonesia. Informasi untuk Indonesia belum menyebut angka, unit terdampak, skema pesangon, atau hubungan langsung dengan operasional Tokopedia setelah penggabungan bisnis.
Dengan kondisi itu, kabar utama dari perkembangan ini adalah pengakuan TikTok bahwa PHK memang terjadi di Indonesia. Namun, skala pemangkasan dan dampaknya terhadap organisasi lokal masih menunggu penjelasan lebih rinci dari perusahaan.