
- sebulan lalu
Kemensos mempercepat digitalisasi bansos dengan integrasi data lintas sektor untuk meningkatkan akurasi dan transparansi penyaluran bantuan di Indonesia.

Hedra.ID, Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison, Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI sedang mencoba menjawab satu masalah klasik kreator digital, di mana akses alat kreatif saja tidak cukup jika tidak diikuti kemampuan, jaringan, dan peluang untuk menghasilkan uang dari karya.
Lewat kolaborasi ini, pelanggan Indosat akan mendapat akses premium Adobe Express gratis selama enam bulan. Indosat dan Adobe juga menyiapkan video pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.
Nilai kerja sama ini tidak berhenti pada akses aplikasi. Dalam rilis resminya, Senin (15/6/2026), Indosat menyebut program ini juga mencakup monetisasi kreator Adobe Express, dukungan GENSi, serta keterhubungan dengan ECHOES atau Ekraf Goes to School and Campus milik Kemenekraf.
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyebut fokus pemerintah di era AI adalah “memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.” Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa program tersebut membawa AI ke ruang kreator, tetapi tetap menempatkan manusia sebagai pusat proses kreatif.
Adobe Express diposisikan sebagai alat kreatif untuk membuat konten visual, materi komunikasi, dan storytelling digital. Untuk kreator pemula, akses gratis enam bulan bisa menurunkan hambatan awal untuk mencoba alat desain dan fitur berbasis AI tanpa langsung membayar langganan.
Namun, akses seperti ini baru punya nilai jika benar-benar dipakai untuk membangun kemampuan. Di sinilah materi Adobe Digital Academy menjadi bagian penting. Pelanggan Indosat tidak hanya diberi aplikasi, tetapi juga diarahkan untuk mempelajari keterampilan kreatif, pemasaran, dan penggunaan AI.
Bagi kreator muda, pelajar, mahasiswa, atau pemilik usaha kecil yang mulai serius membuat konten, kombinasi tersebut bisa menjadi pintu masuk yang lebih praktis. Mereka dapat mencoba membuat materi promosi, konten media sosial, template, atau visual sederhana, sambil belajar mengemas karya agar punya nilai ekonomi.
Adobe Express memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk meluncurkan program monetisasi kreator perdananya. Program tersebut menghadirkan template yang dirancang secara lokal di Adobe Express dan memungkinkan kreator Indonesia memperoleh penghasilan dari karya mereka.
Meski begitu, bukan menjamin semua kreator otomatis mendapatkan pendapatan. Detail seperti mekanisme seleksi, pembagian pendapatan, syarat karya, dan proses distribusi tetap perlu dilihat ketika program berjalan.
Peserta terpilih juga disebut berkesempatan menampilkan karya mereka di IDEAFEST. Untuk kreator, eksposur seperti ini bisa membantu memperluas jaringan dan membuka ruang kolaborasi. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada kurasi dan pelaksanaan program.
Indosat akan memakai GENSi atau Generasi Terkoneksi sebagai salah satu inti kolaborasi. Program ini sebelumnya disebut telah membekali lebih dari 10.000 anak muda Indonesia melalui literasi digital dan pembelajaran kreatif, lalu menargetkan 15.000 anak muda di seluruh Indonesia pada tahun ini.
Sementara itu, Kemenekraf membawa program ECHOES atau Ekraf Goes to School and Campus. Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi ekonomi kreatif, kekayaan intelektual, teknologi digital, dan AI bagi generasi muda.
Keterhubungan GENSi dan ECHOES membuat program ini tidak hanya menyasar pengguna aplikasi, tetapi juga komunitas pelajar, mahasiswa, dan kreator yang sedang mencari jalur belajar lebih terstruktur.
Ini penting karena tantangan kreator digital tidak hanya soal bisa membuat konten. Mereka juga perlu memahami nilai karya, hak kekayaan intelektual, dan cara membaca peluang pasar.
Menurut Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Dengan begitu, yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka.
"Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya," ujarnya.
Kolaborasi Indosat, Adobe, dan Kemenekraf ini datang ketika akses digital makin luas, tetapi belum semua orang bisa mengubah akses tersebut menjadi karya, karier, atau peluang usaha.
Karena itu, ukuran keberhasilan program ini tidak cukup dilihat dari jumlah pelanggan yang mendapat akses Adobe Express. Bagian yang lebih penting adalah berapa banyak peserta yang benar-benar memakai akses tersebut untuk belajar, membuat karya, mengikuti program monetisasi, dan membangun portofolio.
Untuk sekarang, rilis ini menunjukkan bahwa AI kreatif mulai dibawa lebih dekat ke ekosistem kreator Indonesia. Tantangannya adalah memastikan program ini tidak berhenti sebagai kampanye akses gratis, tetapi benar-benar menjadi jalur belajar dan berkarya yang bisa dipakai kreator dari berbagai daerah.